Ntvnews.id, Jakarta -Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menggetarkan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi memicu perhatian internasional. Pemerintah China mengonfirmasi bahwa beberapa warga negaranya turut menjadi korban luka dalam bencana tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan bahwa pihak konsuler di Indonesia bergerak cepat untuk merespons situasi darurat ini.
"Sejauh yang saya ketahui, terdapat beberapa warga negara China yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi tersebut," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8).
Langkah tanggap darurat langsung diaktifkan oleh pihak Konsuler China di Denpasar untuk memberikan perlindungan serta bantuan hukum maupun medis bagi para korban. Pemerintah China turut menyampaikan duka cita mendalam bagi korban jiwa serta membuka ruang bantuan logistik untuk penanganan bencana di Indonesia.
Berdasarkan data lapangan, dua wisatawan asal Tiongkok yang menginap di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Gempa ini berdampak signifikan pada sektor pariwisata di kawasan destinasi super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama). Kementerian Pariwisata dan pihak terkait langsung menggelar proses penanganan cepat. Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan jalur laut kini telah dievakuasi seluruhnya ke Labuan Bajo setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan izin pelayaran.
Sejumlah fasilitas akomodasi wisata di Manggarai Barat dan sekitarnya mengalami kerusakan dengan tingkatan bervariasi:
- Kerusakan Berat & Struktur: Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur hingga beberapa bagian bangunan roboh, sementara Hotel Papita Mbay di Nagekeo dilaporkan rusak parah. Seluruh tamu dan karyawan Hotel Jayakarta dipastikan selamat dan dipindahkan ke akomodasi yang aman.
- Kerusakan Ringan: Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, serta Meurorah hanya mengalami dampak fisik skala ringan.
Para tamu hotel yang sempat dievakuasi ke titik aman seperti Natas Parapuar, Lapangan RSUD Komodo, dan Puncak Waringin sebagian besar sudah kembali ke akomodasi masing-masing. Infrastruktur penunjang seperti jaringan listrik dan internet di mayoritas sarana akomodasi terdampak juga telah beroperasi normal kembali.
Untuk sarana transportasi, Bandara Komodo beroperasi secara terbatas setelah melalui inspeksi kelaikan teknis, sementara akses pelayaran dibuka bertahap.
Hingga Sabtu pukul 15.00 WIB, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mencatat korban jiwa akibat gempa ini mencapai 38 orang. Selain itu, sekitar 2.000 warga dilaporkan terdampak, sementara pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
(Sumber: Antara)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8/2026). (Antara)