Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap langkah pemerintah dalam menangani warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi bagian dari tim yang mendapat arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membantu keluarga terdampak.
Gus Ipul mengatakan dirinya bersama rombongan yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah berada di lapangan selama dua hari terakhir. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
"Saya juga ingin menyampaikan Kementerian Sosial menjadi bagian dari tim yang mendapatkan arahan langsung dari Bapak Presiden Prabowo untuk memberikan dukungan bagi keluarga terdampak di Nusa Tenggara Timur. Sejak kemarin atau sudah dua hari ini Pak Menteri Sosial bersama rombongan yang dipimpin oleh Kemenko PMK berada di lapangan untuk memberikan dukungan-dukungan yang dibutuhkan mulai dari dukungan logistik, pengadaan tenda-tenda sekaligus membuat dapur umum," ujar Mensos.
Dalam penanganan di lokasi, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama unsur terkait lainnya. Mereka bergerak di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri.
"Yang mana sampai sekarang Tagana beserta seluruh unsur yang lain di bawah koordinasi BNPB, TNI, Polri, kita semua bergerak bersama. Mudah-mudahan ya logistik yang sekarang sudah sebagian datang di tempat dan sebagian lagi masih dalam perjalanan bisa memberikan bantuan-bantuan yang dibutuhkan," kata dia.
Kemensos sebelumnya telah memobilisasi bantuan logistik senilai lebih dari Rp4,5 miliar untuk mendukung penanganan gempa NTT. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pengungsian dan pangan, sementara 48 ton beras juga telah dikirim untuk memperkuat stok kebutuhan pokok masyarakat terdampak.
Gus Ipul menjelaskan penanganan bencana dilakukan secara bertahap. Evakuasi menjadi langkah pertama, kemudian pemerintah menyiapkan dapur umum serta berbagai kebutuhan logistik, termasuk makanan siap saji.
"Tentu sebagaimana yang menjadi prosedur bagi penanganan jika terjadi bencana pertama adalah evakuasi, kemudian mendirikan dapur umum atau dukungan logistik yang dibutuhkan seperti makanan siap saji dan lain-lain, korban yang wafat tentu akan mendapatkan tali asih. Setelah itu nanti akan ada program-program pemberdayaan pasca bencana ya," tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan darurat, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Kemensos telah menyalurkan santunan kepada sejumlah ahli waris korban meninggal dunia akibat gempa setelah proses pendataan dan verifikasi dilakukan.
Menurut Gus Ipul, penanganan tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah juga akan menjalankan program pemberdayaan setelah kondisi di wilayah terdampak mulai stabil.
"Jadi semuanya telah berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah yang konkrit di lapangan dan sejumlah menteri sampai sekarang masih berada di lapangan," ungkap dia.
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Kemensos kemudian mengerahkan Tagana dan petugas terkait ke sejumlah wilayah terdampak untuk melakukan asesmen, membantu evakuasi, menyiapkan tempat pengungsian sementara, serta mendistribusikan bantuan.
Di tengah penanganan bencana tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan harapannya agar semangat peringatan kemerdekaan tahun ini dapat diwujudkan melalui kerja pemerintah dalam membantu masyarakat.
"Ya kita ingin seperti temanya itu. Kita makin berdaulat ya kemudian terwujudnya keadilan dan kemakmuran. Apa yang dirancang oleh Presiden Prabowo sesungguhnya dalam rangka mewujudkan itu, keadilan dan kemakmuran," tutupnya.
Arsip - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Antara)