Dampak Cuaca Ekstrem di Filipina: 23 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Agu 2026, 20:35
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari hujan lebat akibat topan Gaemi di Kota Quezon, Filipina, (22/7/2024). Arsip - Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari hujan lebat akibat topan Gaemi di Kota Quezon, Filipina, (22/7/2024). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kombinasi hujan lebat akibat intensifikasi monsun barat daya serta terjangan Siklon Tropis Luis dan Maymay memicu banjir bandang dan tanah longsor meluas di berbagai wilayah Filipina. Bencana hidrometeorologi ini telah menelan sedikitnya 23 korban jiwa dan memaksa ribuan warga meninggalkan kediaman mereka.

Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) memaparkan dalam laporan terbarunya pada Senin bahwa hantaman banjir dan longsor terparah melanda pulau Luzon serta sebagian wilayah Visayas.
Meluapnya air sungai dan akses jalan yang terputus memaksa ribuan keluarga mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara. Menyikapi situasi darurat ini, pemerintah daerah berkoordinasi erat dengan lembaga nasional untuk menggelar operasi penyelamatan, evakuasi, hingga penyaluran bantuan logistik.
 
Kerusakan infrastruktur dan sektor pertanian dilaporkan terjadi di sejumlah provinsi:
  1. Transportasi & Akses: Banyak ruas jalan dan jembatan rusak parah hingga memutus konektivitas antarwilayah.
  2. Layanan Publik: Pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih melanda wilayah-wilayah yang terendam banjir.
  3. Ekonomi Warga: Kawasan pertanian warga terendam banjir, mengganggu mata pencaharian setempat.
Hingga saat ini, tim penilai di lapangan masih terus melakukan verifikasi pendataan di tengah kondisi cuaca yang belum stabil. NDRRMC pun mengeluarkan peringatan bahwa intensitas hujan berkala masih berpotensi berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Warga di kawasan rawan longsor maupun bantaran sungai diminta tetap siaga dan mematuhi instruksi evakuasi.
 
Sementara itu, operasi bantuan kemanusiaan pemerintah terus digencarkan, diiringi upaya memulihkan akses transportasi menuju lokasi terdampak yang sempat terisolasi.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close