Ntvnews.id, Jakarta -Jumlah korban tewas akibat guncangan gempa bumi kembar yang melanda Venezuela pada 24 Juni 2026 dilaporkan terus membengkak. Hingga kini, total korban meninggal dunia telah mencapai 6.125 orang.
Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez menyampaikan perkembangan terkini mengenai dampak gempa tersebut melalui unggahan di aplikasi Telegram pada Senin (3/8). Selain menelan ribuan korban jiwa, fasilitas kesehatan setempat mencatat angka pasien luka-luka yang sangat tinggi.
“Sejumlah rumah sakit telah merawat 60.992 pasien sejak terjadi gempa,” ungkap Rodriguez.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang kawasan tersebut terjadi secara berurutan pada akhir Juni lalu dengan jeda waktu teramat singkat, yakni hanya berselang 39 detik. Dahsyatnya guncangan membuat banyak bangunan runtuh dan memaksa pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.
Baca juga:Sidang Kasus Presiden Venezuela Nicolas Maduro di AS Dijadwalkan Digelar Juni 2027
Saat ini, operasi pemulihan darurat dan pembersihan material reruntuhan terus digenjot di wilayah terdampak. Sebanyak 346.755 ton puing bangunan—atau setara 16,51 persen dari total perkiraan volume puing—telah berhasil disingkirkan dari lokasi bencana.
Pasca-insiden tragis tersebut, arus bantuan kemanusiaan dan personel penyelamat dari berbagai negara serta komunitas internasional terus mengalir ke negara Amerika Latin ini.
Upaya penanggulangan dampak gempa berskala besar ini melibatkan sedikitnya 30.989 personel layanan darurat, 31.745 relawan lokal, serta 2.278 anggota tim penyelamat asing yang diterjunkan langsung ke lapangan.
Baca juga:Pratikno Sampaikan Duka Mendalam atas Gempa Bumi di Palu
(Sumber:Antara)
Potret kehancuran parah di kawasan Caraballeda dan Caribe di kota pesisir La Guaira, Venezuela, 5 Juli 2026. Wilayah ini menjadi daerah paling terdampak gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang negara tersebut pada 24 Juni 2026 (Antara)