Ntvnews.id, Istanbul - Kapal-kapal asal China mulai melintasi Selat Hormuz pada Rabu malam, 13 Mei 2026 di bawah “protokol pengelolaan” yang diterapkan Iran.
Informasi tersebut dilaporkan kantor berita Fars News Agency pada Kamis, 14 Mei 2026 dengan mengutip sumber yang mengetahui perkembangan tersebut.
Sumber tersebut menyebut kapal-kapal China diizinkan melewati jalur perairan strategis itu setelah mematuhi “protokol pengelolaan selat Iran” yang diberlakukan otoritas setempat.
Baca Juga: Taiwan Balas Peringatan Xi ke Trump, Sebut China Ancaman Perdamaian Kawasan
Selain itu, pelayaran kapal-kapal China disebut difasilitasi berkat hubungan erat antara kedua negara serta kemitraan strategis yang telah terjalin.
Proses tersebut juga dikaitkan dengan upaya diplomasi yang dilakukan Menteri Luar Negeri China dan Duta Besar China untuk Iran.
Media semi-resmi Tasnim News Agency melaporkan sebanyak 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam, 13 Mei 2026 di bawah pengawasan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Pengumuman itu muncul setelah data dari platform pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan sedikitnya empat kapal yang terkait dengan China telah melewati selat tersebut dalam kurun 24 jam terakhir melalui koridor pelayaran “aman” milik Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur maritim terpenting di dunia untuk distribusi minyak dan gas.
Baca Juga: Iran Beri Izin Kapal China Melintas di Selat Hormuz
Jalur tersebut praktis tertutup bagi sebagian besar kapal sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026, yang berdampak besar terhadap distribusi energi serta arus logistik global.
Sementara itu, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku pada Selasa, 08 April 2026 melalui mediasi Pakistan.
Namun, perundingan lanjutan di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
(Sumber: Antara)
Presiden China Xi Jinping mengadakan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke China, di Gedung Agung Rakyat di Beijing, ibu kota China, Kamis 14 Mei 2026. /ANTARA/Xinhua/Ding Lin/aa. (Antara)