Ntvnews.id, Beijing - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan kunjungan kerja ke China dan menggelar pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping. Dalam lawatan tersebut, Trump melontarkan sejumlah pujian kepada Xi.
Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir. Trump datang ke Beijing untuk membahas peningkatan hubungan perdagangan kedua negara di tengah potensi ketegangan terkait Taiwan dan Iran.
Dilansir dari AFP, Jumat, 15 Mei 2026, Trump berangkat dari Washington DC pada Selasa, 12 Mei 2026 waktu AS dan tiba di Beijing pada Rabu, 13 Mei 2026 waktu setempat.
Sebelumnya, kunjungan itu sempat direncanakan berlangsung pada Maret lalu. Namun agenda tersebut tertunda akibat konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Irak.
Trump mengatakan dirinya berharap dapat mengurangi perbedaan pandangan dengan Xi terkait Iran. Dalam kesempatan itu, Trump juga menyebut Xi sebagai sosok yang “relatif baik”.
"Saya pikir kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya," kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.
Setibanya di Beijing, Trump mendapat sambutan berupa jamuan makan malam kenegaraan dan resepsi minum teh dari Xi. Trump terakhir kali mengunjungi Beijing pada 2017.
Sebelum bertemu Xi, Trump sempat menyatakan akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan. Taiwan diketahui memiliki pemerintahan sendiri, namun wilayah tersebut diklaim oleh Beijing sebagai bagian dari China.
Baca Juga: Xi Jinping Tekankan Kemitraan dengan AS Saat Bertemu Trump di Beijing
Dalam lawatan ini, Trump didampingi sejumlah petinggi perusahaan besar AS, termasuk Elon Musk selaku CEO Tesla dan Tim Cook selaku CEO Apple.
Saat pertemuan pertama berlangsung di Aula Besar Rakyat sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, Trump dan Xi tampak berjabat tangan di atas hamparan karpet merah.
Usai berjabat tangan, Xi bersama Trump menyapa sejumlah pejabat AS, termasuk Menteri Pertahanan AS Peter Hegseth dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang selama ini dikenal kritis terhadap Beijing.
Kedua pemimpin kemudian berdiri berdampingan ketika band militer China memainkan lagu kebangsaan Amerika Serikat, “The Star-Spangled Banner”, yang dilanjutkan dengan lagu kebangsaan China dan dentuman meriam kehormatan.
Suasana penyambutan semakin meriah dengan kehadiran anak-anak sekolah yang mengenakan pakaian berwarna cerah sambil melambaikan bendera AS dan China.
"Welcome, welcome," seru mereka.
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berfoto di Kuil Langit, Beijing, Kamis (14/5/2026). ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China. (Antara)
Trump dan Xi lalu berjalan bersama melewati alun-alun lokasi seremoni penyambutan. Dalam kunjungan tersebut, Trump juga menyempatkan diri mendatangi Kuil Surga, situs bersejarah warisan dunia tempat para kaisar China dahulu berdoa untuk hasil panen melimpah.
Dalam pertemuan bilateral itu, Trump berulang kali menyampaikan pujiannya kepada Xi. Ia menilai Xi sebagai pemimpin hebat dan optimistis hubungan AS-China akan semakin baik ke depan.
"Suatu kehormatan untuk bersama Anda. Suatu kehormatan untuk menjadi teman Anda, dan hubungan antara China dan AS akan menjadi lebih baik dari sebelumnya," kata Trump, dilansir Anadolu Agency dan TRT World.
Baca Juga: Poin Penting Pertemuan Trump dan Xi Jinping
"Kita memiliki hubungan yang fantastis. Kita tetap akur ketika ada kesulitan, kita menyelesaikannya," sambung Trump kepada Xi.
Trump juga mengaku kagum terhadap perkembangan China di bawah kepemimpinan Xi.
"Saya sangat menghormati China, pekerjaan yang telah Anda lakukan. Anda adalah seorang pemimpin yang hebat," ujar Trump melontarkan pujian untuk Xi.
Dia menyampaikan kerap memuji kehebatan Xi, meski tak semua orang-orang di sekelilingnya sepakat dengan penilaian Trump. "Saya mengatakan kepada semua orang. Anda adalah seorang pemimpin yang hebat. Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar," sambung Trump.
Trump turut menyinggung hubungan pribadinya dengan Xi yang menurutnya cukup erat. Ia mengatakan berbagai persoalan antara kedua negara kerap diselesaikan melalui komunikasi langsung.
"Saya akan menelepon Anda, dan Anda akan menelepon saya, dan setiap kali kita memiliki masalah -- orang-orang tidak tahu -- setiap kali kita memiliki masalah, kita menyelesaikannya dengan sangat cepat," ujar Trump.
"Dan kita akan memiliki masa depan yang fantastis bersama," tambah Trump.
Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). ANTARA/Xinhua/Shen Hong/aa. (Antara)