Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi jatuhnya korban dari prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut dan melibatkan serangan artileri dari pasukan Israel.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa serangan tersebut mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia serta tiga lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.
"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp16.981 per Dolar AS di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Menurut Rico, peristiwa ini tidak terlepas dari situasi keamanan yang memburuk di Lebanon dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan yang meningkat memicu intensitas serangan artileri di wilayah konflik, termasuk area tempat kontingen Indonesia bertugas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa serangan artileri yang terjadi merupakan bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat, hingga akhirnya menghantam lokasi pasukan Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.
Baca Juga: Prajurit TNI Tewas Dihantam Proyektil Israel di Lebanon Saat Jalankan Misi Perdamaian PBB
"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Rico.
Hingga saat ini, proses klarifikasi atas insiden tersebut masih berlangsung oleh pihak UNIFIL. Sementara itu, Kemhan menegaskan bahwa informasi lanjutan terkait perkembangan operasional akan disampaikan oleh Markas Besar TNI.
"Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," ucap dia.
Tangkapan layar - Prajurit TNI berbaris saat mengikuti Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI Angkatan Darat, Batujajar, Kabupaten Band (ANTARA)