Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku sudah memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa pihak yang terlibat, soal laporan parkir liar warga lewat Aplikasi Jaki malah diduga dimanipulasi dengan cara melampirkan foto yang telah disunting menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
"Yang urusan dengan AI yang ada di JAKI, saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk memeriksa apakah itu lurahnya, yaitu Lurah di Kalisari maupun Kasubdin-nya. Siapapun yang salah, harus diberikan hukuman," ucap Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
Orang nomor satu di DKI tersebut menyatakan, kejadian yang sama tidak boleh terulang lagi. Transparansi, kata dia menjadi sesuatu yang penting.
Baca Juga: Pramono Groundbreaking Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya
Laporan warga soal parkir liar, ditanggapi dengan foto diduga pakai AI (Instagram @wargajakarta.id)
Baca Juga: Pramono: Gedung Lebih dari 4 Lantai Bakal Dihubungkan dengan CCTV yang Dikelola Pemprov DKI
"Lebih baik misalnya lah, belum selesai ya belum selesai aja daripada kemudian dilakukannya apa, dilakukan dengan AI yang notabene itu membohongi," tegasnya.
Tak main-main, Pramono Anung mengaku telah meminta Inspektorat untuk memberikan sanski untuk pihak yang terlibat.
"Dan kami, saya sudah meminta kepada Inspektorat untuk diberikan sanksi untuk itu," tutupnya.
Sebelumnya, warga melaporkan ada parkir liar di Kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur lewat aplikasi Jaki. Tetapi, laporan dinyatakan selesai dengan melampirkn foto diduga telah disunting menggunakan AI. Kasus ini pun ramai di media sosial.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)