Ntvnews.id, Jakarta - Kelompok hak asasi manusia Israel, Adalah, menyatakan seluruh aktivis Global Sumud Flotilla yang menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza telah dibebaskan dari penjara Ktziot, Israel, dan kini tengah menjalani proses deportasi ke negara masing-masing.
Dalam pernyataan resminya, dilansir dari laman Anadolu, pada Kamis, 21 Mei 2026, Adalah mengaku telah menerima kepastian dari otoritas Israel terkait pembebasan para aktivis yang sebelumnya ditahan di fasilitas penahanan tersebut.
Adalah mengatakan mereka telah memperoleh “konfirmasi resmi” dari dinas penjara Israel serta pejabat pemerintah bahwa semua aktivis yang ditahan telah dibebaskan dan sedang dipindahkan untuk proses deportasi.
"Sebagian besar dari mereka sedang dipindahkan ke Bandara Ramon untuk diterbangkan ke luar negeri," kata kelompok itu.
Organisasi tersebut menambahkan bahwa tim hukumnya masih terus memantau proses pemindahan para aktivis guna memastikan seluruh prosedur deportasi berjalan aman tanpa adanya penundaan tambahan.
Adalah juga mengecam tindakan Israel terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla dan menilai penahanan tersebut melanggar hukum internasional.
“Seluruh operasi, mulai dari pencegatan ilegal di perairan internasional hingga penyiksaan sistematis, penghinaan, dan penahanan sewenang-wenang terhadap para aktivis, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” ujar Adalah.
Adalah sendiri merupakan organisasi hukum dan hak asasi manusia nirlaba yang berbasis di Haifa, Israel. Nama Adalah berasal dari bahasa Arab yang berarti “keadilan”. Organisasi ini dijalankan oleh warga Arab-Palestina dan berfokus pada perlindungan hak-hak minoritas Arab di Israel serta warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan.
Lembaga tersebut dikenal aktif melakukan advokasi hukum, termasuk mengajukan gugatan strategis melalui sistem peradilan Israel seperti Mahkamah Agung Israel. Adalah juga menjadi satu-satunya organisasi yang dipimpin warga Arab-Palestina yang secara rutin menggunakan jalur litigasi di pengadilan Israel untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina.
Adalah didirikan oleh pengacara Hassan Jabareen pada November 1996. Sejak awal berdiri, organisasi itu fokus memperjuangkan hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya warga Arab di Israel.
Selain itu, Adalah juga aktif memperjuangkan isu hak atas tanah, perumahan, hingga tata ruang bagi komunitas Arab-Palestina. Organisasi tersebut turut menentang berbagai kebijakan dan undang-undang pemerintah Israel yang dianggap diskriminatif terhadap warga Palestina.
Fokus lain dari Adalah adalah memberikan pembelaan terhadap tahanan Palestina serta memperjuangkan hak warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan berdasarkan hukum humaniter internasional.
Armada Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission saat berangkat dari marina di Augusta, Pulau Sisilia, Italia, pada Minggu (26/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Bar?? Seçkin/pri) (Antara)