Negara-negara Eropa Kecam Perlakuan Israel terhadap Aktivis Global Sumud Flotilla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 18:16
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Armada aktivis kelompok pro-Palestina Global Sumud Flotilla. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Armada aktivis kelompok pro-Palestina Global Sumud Flotilla. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)


Ntvnews.id, Moskow - Sejumlah negara seperti Spanyol, Italia, Yunani dan Turki mengecam tindakan otoritas Israel terhadap para aktivis kelompok pro-Palestina Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Kecaman tersebut muncul setelah beredarnya video yang menunjukkan perlakuan aparat Israel terhadap para aktivis.

Sebelumnya pada Rabu, 20 Mei 2026, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan angkatan laut negara itu menahan sekitar 430 aktivis dari armada bantuan menuju Gaza.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, turut membagikan video yang memperlihatkan aparat keamanan Israel memaksa anggota flotilla berlutut dengan tangan terikat dan kepala menghadap ke bawah.

Baca Juga: Breaking News! 9 WNI dan Semua Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel

Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir terlihat mengibarkan bendera Israel sambil melontarkan pernyataan provokatif kepada para aktivis.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengecam keras tindakan tersebut.

“Saya melihat video yang mengerikan, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat terkait perlakuan tidak adil dan memalukan terhadap anggota flotilla oleh menteri dan polisi Israel ... Saya segera memanggil kuasa usaha Israel ke kementerian luar negeri,” katanya pada Rabu, 20 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa Madrid menuntut permintaan maaf publik dari pemerintah Israel.

Pemerintah Italia melalui Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Antonio Tajani menyatakan akan memanggil Duta Besar Israel di Roma untuk meminta penjelasan resmi.

“Italia juga menuntut permintaan maaf atas perlakuan terhadap para pengunjuk rasa ini, serta pengabaian total terhadap permintaan tegas Pemerintah Italia. Untuk alasan tersebut, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional akan segera memanggil Duta Besar Israel untuk meminta penjelasan resmi terkait apa yang terjadi,” demikian isi pernyataan bersama mereka.

Selain Italia dan Spanyol, Yunani juga melayangkan protes resmi terhadap Israel, sementara Turki mengecam keras tindakan tersebut melalui Kepala Departemen Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, turut mengungkapkan keterkejutannya atas video yang diunggah Ben-Gvir.

“Saya benar-benar terkejut dengan video yang diunggah Menteri Kabinet Israel Ben-Gvir yang mengejek mereka yang terlibat dalam Global Sumud Flotilla. Ini melanggar standar paling dasar mengenai rasa hormat dan martabat dalam memperlakukan manusia ...,” tulis Cooper di platform X.

Baca Juga: Indonesia Kutuk Tindakan Israel Terhadap Relawan Global Sumud Flotilla 2.0

Sementara itu, Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, menyatakan akan membawa isu tersebut ke tingkat Uni Eropa.

Pemerintah Finlandia dan Norwegia juga meminta klarifikasi dari Israel terkait perlakuan terhadap para tahanan.

Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, bahkan menilai insiden tersebut memperkuat alasan untuk mendesak sanksi terhadap menteri-menteri ekstremis Israel.

Di sisi lain, Pakistan mengecam keras intersepsi Israel terhadap flotilla Sumud dan perlakuan terhadap para aktivis, termasuk aktivis kemanusiaan Pakistan, Saad Edhi.

“Pakistan menuntut pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan secara ilegal. Pakistan juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk menjamin keselamatan, martabat, dan hak-hak dasar para tahanan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

(Sumber: Antara)

x|close