Prabowo dan PM Singapura Dijadwalkan Teken 26 Kesepakatan, Termasuk Kerja Sama Lingkungan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 11:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta guna mengamankan rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong ke Indonesia pada 5-6 Juli 2026. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta guna mengamankan rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong ke Indonesia pada 5-6 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dijadwalkan menandatangani 26 kesepakatan dalam pertemuan tahunan kedua pemimpin yang berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026.

"Pertemuan tahunan Presiden RI dan PM Singapore, juga akan ada 26 kesepakatan/MoU nanti ditandatangani," kata Seskab Teddy saat dikonfirmasi dari Jakarta pada Senin, 6 juli 2026.

Lawrence Wong telah tiba di Indonesia pada Minggu, 5 Juli 2026 malam. Kedatangannya disambut Menteri Luar Negeri Sugiono bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih.

Pada agenda yang berlangsung siang hari ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan PM Lawrence Wong. Dalam kesempatan tersebut, kedua negara berencana menandatangani maupun mengumumkan sejumlah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Baca JugaSeskab: Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Bakal Teken 26 MoU

Kesepakatan yang disiapkan mencakup berbagai bidang, di antaranya kerja sama lingkungan hidup serta kolaborasi dalam perdagangan karbon.

Sebelumnya, Indonesia dan Singapura telah lebih dulu menandatangani nota kesepahaman mengenai perlindungan lingkungan hidup pada Senin, 29 Juni 2026 di Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan kerja sama kedua negara dalam berbagai isu lingkungan, mulai dari ekonomi sirkular, pengelolaan limbah, tata kelola lingkungan, pengendalian polusi lintas batas, hingga penanganan perubahan iklim.

Baca JugaSeskab Teddy Indra Wijaya Bertemu Panglima Jilah, Bahas Persatuan dan Pelestarian Budaya Dayak

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH juga akan memprioritaskan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mendukung pengembangan ekonomi rendah karbon pada masa mendatang.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama itu, Indonesia dan Singapura akan secara berkala mengadakan pertukaran tenaga teknis, melaksanakan riset bersama, serta mengembangkan proyek percontohan yang berfokus pada lingkungan dan keberlanjutan.

Kedua negara juga akan memperkuat kemudahan alih teknologi guna mempercepat lahirnya inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

(Sumber: Antara)

x|close