Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membeberkan penyebab sampah menumpuk di sejumlah titik di Jakarta. Katanya, hal tersebut dikarenakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang zona 4 tidak bisa digunakan.
"Sekali lagi hal yang berkaitan dengan sampah. Dampak dari kurang lebih 10-12 hari apa, Bantar Gebang zona 4A tidak bisa digunakan, memang menyebabkan dampak kemudian ada penimbunan di berbagai tempat sampah-sampah yang ada," ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Meski begitu, sejumlah sampah yang sebelumnya menumpuk seperti di pasar Kramat Jati sudah dilakukan pengangkutan sejak beberapa hari terakhir, termasuk tadi malam.
"Sekarang ini sudah mulai diangkutin kembali ke Bantar Gebang," terang politisi PDI Perjuangan tersebut.
Pramono kembali menyampaikan, bahwa masalah tersebut memang barawal dari zona 4 Bantar Gebang yang sempat mengalami longsor beberapa pekan lalu.
Baca Juga: Pramono: Jadi Gubernur Ternyata Acaranya Selalu Padat, Rapat Merayap
Penanganan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati (Humas Pemprov DKI)
Baca Juga: 20 Truk Disiapkan untuk Tangani Sampah di Pasar Kramat Jati
"Sehingga dengan demikian itulah problemnya," tutupnya.
Terpisah, penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati terus dilakukan. Perumda Pasar Jaya menyewa 20 unit truk pengangkut sampah guna mengatasi penumpukan yang sempat viral dan mengganggu aktivitas pasar.
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh menjelaskan bahwa armada yang disewa terdiri dari 19 truk tronton berkapasitas 20 ton per unit dan 1 truk typher berkapasitas 12 ton. Dengan tambahan armada ini, penanganan sampah ditargetkan rampung dalam waktu 10 hingga 12 hari.
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah segera teratasi,” ungkapnya, Kamis, 2 April 2026.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)