Menlu Spanyol Sebut Aktivis Flotilla yang Ditahan Israel Akan Dideportasi Lewat Turki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 20:08
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. ANTARA/Anadolu/py. Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan warga negara Spanyol yang sempat ditahan oleh Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza akan segera dideportasi melalui Turki pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan Albares dalam wawancara dengan stasiun televisi La Hora de La 1. Ia mengungkapkan informasi tersebut diperoleh dari Konsulat Spanyol di Israel.

"Konsul Spanyol di Israel baru saja memberi tahu kami bahwa mereka tampaknya sudah dipindahkan ke Bandara Ramon, bersama dengan aktivis lainnya untuk dideportasi… melalui Turki," kata Albares, dikutip dari laman Anadolu.

Meski demikian, Albares menegaskan informasi tersebut hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

"Itulah yang sudah dibahas di antara para konsul dan berdasarkan pengamatan lapangan,” ujar Albares.

Sebelumnya, armada bantuan kemanusiaan Global Sumud menyatakan seluruh kapal dalam konvoi mereka dicegat oleh pasukan Israel pada Selasa, 19 Mei 2026.

Total terdapat 50 kapal dalam armada tersebut yang membawa 428 peserta dari 44 negara berbeda. Konvoi itu berangkat dari Distrik Marmaris, Turki, pekan lalu sebagai bagian dari upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah diberlakukan sejak 2007.

Misi kemanusiaan itu bertujuan mengirimkan bantuan serta menunjukkan solidaritas internasional kepada warga Gaza di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk akibat blokade berkepanjangan.

x|close