Mojtaba Khamenei Tuding AS dan Israel Mau Pecah Belah Rakyat Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 08:53
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya menciptakan perpecahan di tengah masyarakat Iran setelah dinilai mengalami kegagalan dalam konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pesan tertulis yang disampaikan, Mojtaba menyebut pihak yang ia sebut sebagai "musuh jahat" tengah berupaya menggoyahkan persatuan nasional dengan menyebarkan keraguan dan ketidakpercayaan di kalangan warga Iran.

"Dalam menghadapi niat buruk ini, setiap orang harus, dengan keteguhan hati, wawasan, menjaga persatuan dan kesatuan... menetralisir rencana jahat mereka," demikian isi pesannya, seperti dilansir dari AFP, Jumat, 5 Juni 2026.

Mojtaba juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas dan solidaritas nasional. Menurutnya, segala tindakan yang dapat memicu pesimisme atau rasa kecewa di tengah masyarakat hanya akan menguntungkan pihak yang dianggap sebagai lawan Iran.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Disebut Alami Luka Serius Usai Serangan AS-Israel

Dia mengatakan, "Setiap tindakan yang menyebabkan pesimisme dan kekecewaan di antara rakyat dianggap sebagai semacam bantuan kepada musuh negara ini dan rakyatnya."

Pesan tersebut dibacakan oleh seorang imam di mausoleum Ayatollah Ruhollah Khomeini dalam rangka peringatan 37 tahun wafatnya tokoh pendiri Revolusi Islam Iran tersebut.

Menurut laporan media Iran, jutaan warga menghadiri upacara yang digelar di kompleks makam Imam Khomeini di selatan Teheran. Dalam acara itu, para pelayat memberikan penghormatan kepada Ruhollah Khomeini sembari mengibarkan bendera Republik Islam Iran dan spanduk milik Hezbollah, kelompok yang mendapat dukungan dari Teheran.

Massa menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. <b>(Antara)</b> Massa menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Mojtaba menilai pihak yang ia sebut sebagai musuh telah mengalami kekalahan dan penghinaan dalam konfrontasi dengan angkatan bersenjata Iran. Karena itu, menurutnya, mereka kini mengubah strategi dengan mengandalkan pendekatan perang hibrida.

"Musuh yang jahat, setelah dikalahkan dalam konfrontasinya dengan putra-putra pemberani di Angkatan Bersenjata dan setelah mengalami penghinaan yang besar dan berarti, baik di medan perang maupun di ranah publik, telah memusatkan upayanya pada dua tujuan dalam kerangka perang hibrida: melemahkan ketahanan rakyat dan menciptakan kesalahan perhitungan di antara para pejabat negara," tandas Mojtaba.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan menjadi bagian dari narasi resmi Iran yang menekankan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi tekanan eksternal dari Amerika Serikat dan Israel.

x|close