Malaysia Sebut Serangan Terhadap Iran adalah Perang yang dipaksakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 00:53
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut serangan terhadap Iran merupakan perang yang dipaksakan, yang didorong ambisi hegemoni Israel di Asia Barat, dan didukung oleh Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan Anwar dalam sambutannya di acara Forum Ilmuwan Malaysia Madani, di Putrajaya, Malaysia, Senin.

"Kita bertemu hari ini di tengah perang yang dipaksakan kepada negara berdaulat Iran dan rakyatnya, yang didorong ambisi hegemoni Israel di Asia Barat dan didukung mesin perang Amerika Serikat," kata Anwar.

Anwar menekankan serangan di Iran dilakukan terarah terhadap para pemimpin spiritual, politik dan militer dengan presisi tinggi, di mana serangan rudal juga menewaskan anak-anak sekolah yang tengah belajar.

 

"Korban tewas terus bertambah, tidak hanya di Iran tapi juga di tempat lain seperti Gaza, Lebanon – kota-kota yang kaya akan warisan sejarah dibom tanpa pandang bulu," ujarnya.

Menurut Anwar, perang Iran tidak bisa diukur sepenuhnya dengan angka-angka, karena kematian dan kehancuran sebenarnya adalah manifestasi dari realitas geopolitik yang lebih mendalam.

Dia menilai dalam serangan yang terjadi, ada upaya untuk memusnahkan dan mendominasi serta menaklukkan dengan segala cara.

Anwar menekankan perang berdampak ke seluruh dunia, termasuk Malaysia, sebagai konsekuensi geopolitik dan geoekonomi yang luas.

Dalam hal ini, tegas Anwar, pemerintah Malaysia dengan dukungan sikap parlemen, telah mengambil posisi mengutuk agresi Israel dan Amerika Serikat sebagai pelaku agresi terhadap negara merdeka dan berdaulat Republik Islam Iran.

Di saat bersamaan, Malaysia menyerukan penghentian eskalasi dan peningkatan aspek diplomatik di seluruh kawasan.

Dia menekankan jika hukum internasional ingin mempertahankan kredibilitasnya, maka hukum harus berlaku sama untuk semua.

ANTARA

x|close