Malaysia Desak Gencatan Senjata Usai Serangan Israel-AS ke Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan pidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 29 Juli 2025. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pidato kebijakan tentang ASEAN dalam konteks Keketuaan M Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan pidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 29 Juli 2025. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pidato kebijakan tentang ASEAN dalam konteks Keketuaan M (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia menyampaikan sikap resminya terkait serangan terkoordinasi yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dilansir dari Malay Mail, Minggu, 1 Maret 2026, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan penghentian tembakan secara segera dan tanpa syarat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam pernyataan resminya, Anwar mengingatkan bahwa kondisi saat ini berada “di ambang bencana”.

Ia mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk memilih jalur diplomasi guna meredakan situasi, alih-alih mengambil langkah yang berpotensi memperluas konflik.

Menurut Anwar, serangan yang diawali Israel dapat memengaruhi proses perundingan yang sedang berlangsung. Ia menilai tindakan tersebut berisiko mengganggu negosiasi serta menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik yang sulit dikendalikan.

“Inisiasi serangan oleh Israel ini merupakan upaya tercela untuk menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung dan menyeret negara-negara lain ke dalam konflik yang berpotensi mustahil dikendalikan,” kata Anwar, dikutip dari Malay Mail, Minggu, 1 Maret 2026.

Baca Juga: Sejumlah Penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Dibatalkan Buntut Israel Serang Iran

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan gabungan ke sejumlah sasaran di Iran. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik, mengingat hubungan Israel dan Iran selama ini berada dalam ketegangan.

Dalam responsnya, Anwar menempatkan gencatan senjata sebagai prioritas utama. Seruan tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa aksi balasan maupun operasi lanjutan dapat memperparah keadaan serta memperluas dampak konflik.

Selain itu, Malaysia juga menaruh perhatian pada keselamatan warganya. Anwar menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau kondisi warga Malaysia yang berada di Iran maupun di negara-negara lain di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, Malaysia akan berkoordinasi dengan mitra regional untuk membahas langkah selanjutnya. Upaya ini dilakukan guna memantau perkembangan situasi sekaligus menentukan respons yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Serangan Iran Israel <b>(Istimewa)</b> Serangan Iran Israel (Istimewa)

Dalam pernyataannya, Anwar juga menyinggung konteks yang lebih luas, yakni eskalasi yang terjadi di tengah proses diplomatik yang rapuh terkait program nuklir Iran serta meningkatnya ketegangan regional belakangan ini. Serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat disebut sebagai salah satu eskalasi langsung paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Situasi tersebut dinilai semakin menekan upaya diplomasi yang sebelumnya berjalan dalam kondisi sensitif. Anwar kembali menegaskan pentingnya dialog untuk mencegah situasi berkembang tak terkendali dan menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik yang lebih luas.

Hingga kini, pernyataan tersebut menjadi sikap resmi Malaysia atas perkembangan terbaru di Timur Tengah, dengan penekanan pada urgensi gencatan senjata dan perlindungan warga negaranya, sembari terus mencermati dinamika pascaserangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

x|close