Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran terhadap Iran. Pengumuman ini muncul setelah Israel sebelumnya menyatakan telah meluncurkan serangan rudal ke wilayah Iran.
Langkah militer tersebut menandai eskalasi serius dalam ketegangan regional yang selama ini dipicu oleh berbagai isu, termasuk program nuklir Iran dan rivalitas geopolitik di kawasan.
"Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di Iran setelah Israel juga mengatakan telah meluncurkan serangan rudal terhadap negara tersebut," tulis keterangan, dikutip dari Aljazeera.
Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa beberapa ledakan terdengar di Teheran, ibu kota Iran. Tidak hanya di Teheran, ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di negara tersebut.
Isrel serang Iran (The Guardian)
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah wilayah Israel sebagai respons atas serangan yang terjadi.
Dalam hal ini, Israel mengumumkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Pemerintah Israel menyebut operasi tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang dianggap membahayakan negara mereka.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa serangan dilakukan untuk melindungi keamanan nasional Israel.
"Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel," katanya dikutip dari Reuters.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)