Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak agar dua anggota Kongres Muslim perempuan segera dideportasi.
Sebelumnya, pada Rabu 25 Februari 2026, anggota Kongres AS Rashida Tlaib dan Ilhan Omar berupaya menyela pidato kenegaraan Trump.
"Ketika orang-orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang curang dan korup, sangat buruk bagi Negara kita, kita harus memulangkan mereka secepat mungkin," tulis Trump dalam unggahan panjang di platform media sosial miliknya, Truth Social, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat, 27 Februari 2026.
Walaupun Omar lahir di Somalia, ia telah memegang kewarganegaraan AS selama hampir 30 tahun. Sementara itu, Tlaib merupakan warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan, sehingga berstatus warga negara AS sejak lahir. Dengan status tersebut, keduanya tidak dapat dideportasi ke negara asal leluhur mereka.
Baca Juga: Trump Izinkan Penjualan Kembali Minyak Venezuela ke Kuba
Pada Selasa malam, kedua legislator itu beberapa kali meneriakkan protes saat Trump berpidato di hadapan sidang gabungan Kongres, menuding kebijakan imigrasi pemerintahannya menyebabkan kematian warga Amerika.
"Anda telah membunuh orang Amerika!" seru mereka sebelum meninggalkan ruang sidang DPR.
“Tidak tahan lagi dua wanita Muslim membantah dan mengoreksinya, jadi sekarang dia keluar dengan marah. #PresidentMajnoon,” tulis Tlaib melalui platform media sosial X. Tagar tersebut memakai istilah Arab yang berarti raja "gila".
Trump juga menyerang aktor peraih dua Piala Oscar, Robert De Niro, yang dikenal sebagai pengkritik kerasnya. Dalam unggahan yang sama, ia menyebut De Niro sebagai "orang sakit dan pikun lainnya dengan, saya percaya, IQ yang sangat rendah, yang sama sekali tidak tahu apa yang dia lakukan atau katakan."
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)
"Ketika saya melihatnya menangis tersedu-sedu tadi malam, seperti anak kecil, saya menyadari bahwa dia mungkin lebih sakit daripada Rosie O’Donnell yang gila, yang saat ini berada di Irlandia mencoba mencari cara untuk kembali ke Amerika Serikat kita yang indah. Satu-satunya perbedaan antara De Niro dan Rosie adalah bahwa dia mungkin sedikit lebih pintar darinya, yang tidak berarti banyak," tulisnya.
De Niro sebelumnya tampil dalam podcast MS Now yang dirilis Senin lalu dan menyatakan bahwa presiden "adalah musuh negara ini, janganlah kita membodohi diri sendiri."
"Dia tidak akan pernah pergi. Kita harus membuatnya pergi. Anda lihat, dia sekarang bercanda tentang menasionalisasi pemilihan umum dia tidak bercanda. Kita sudah cukup melihatnya. Dan semua orang khawatir tentang itu, tetapi dia serius," tegas De Niro.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)