Ntvnews.id, Beirut - Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi menyatakan kekhawatiran bahwa infrastruktur negaranya bisa menjadi sasaran serangan jika ketegangan antara Israel dan Iran semakin memanas. Kekhawatiran itu muncul seiring intensifikasi serangan Israel terhadap Iran.
Dilansir dari AFP, Rabu, 25 Februari 2026, militer Lebanon menuding pasukan Israel telah melepaskan tembakan di dekat lokasi yang sedang mereka bangun di wilayah selatan Lebanon. Menyikapi insiden tersebut, militer Lebanon pun menginstruksikan pasukannya untuk membalas tembakan Israel.
"Ada tanda-tanda bahwa Israel dapat menyerang dengan sangat keras jika terjadi eskalasi, berpotensi termasuk infrastruktur strategis seperti bandara," kata Youssef Raggi kepada wartawan di Jenewa.
Komentar Raggi disampaikan di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah, yang menunjukkan kesiapan Washington untuk melancarkan operasi yang berpotensi berlangsung lama terhadap Iran.
Baca Juga: Menhan AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka dalam Pendekatan Terhadap Iran
Di sisi lain, Iran pada Senin lalu berjanji akan melakukan pembalasan keras terhadap setiap serangan dari Amerika Serikat, sekaligus mengulangi peringatannya mengenai potensi konflik regional sebagai respons atas ancaman serangan terbaru dari Presiden Donald Trump.
Raggi menuturkan bahwa Lebanon sedang berupaya agar negaranya tidak terseret dalam konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. "Saat ini kami sedang melakukan upaya diplomatik untuk meminta agar, bahkan jika terjadi pembalasan, infrastruktur sipil Lebanon tidak menjadi sasaran," kata Raggi.
Kendaraan-kendaraan yang rusak selama kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, Rabu, 21 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. (Antara)
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Lebanon telah menyampaikan sikap tegas bahwa "Perang ini tidak menyangkut kami."
Sementara itu, seorang pejabat Lebanon yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa masyarakat Lebanon khawatir akan terjadinya efek domino konflik.
"Yang ditakutkan oleh rakyat Lebanon adalah reaksi berantai: serangan Amerika terhadap Iran, serangan balasan Hizbullah terhadap Israel, diikuti oleh respons besar-besaran dari Israel." jelasnya.
Ilustrasi konflik Iran vs Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)) (Antara)