Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran dilaporkan secara diam-diam menjalin kesepakatan pembelian senjata senilai 500 juta euro atau sekitar Rp 9,9 triliun dengan Rusia. Kesepakatan tersebut disebut mencakup pengadaan ribuan rudal canggih Rusia yang dapat ditembakkan dari bahu.
Dilansir dari Reuters, Selasa, 24 Februari 2026, kesepakatan rahasia antara Teheran dan Moskow itu diungkap oleh media Financial Times berdasarkan dokumen Rusia yang bocor serta keterangan sejumlah sumber yang mengetahui kontrak tersebut.
Menurut laporan Financial Times, kontrak yang ditandatangani di Moskow pada Desember tahun lalu mewajibkan Rusia memasok 500 unit peluncur portabel “Verba” dan 2.500 rudal “9M336” dalam periode tiga tahun. Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan itu secara independen.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pengiriman senjata dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap mulai 2027 hingga 2029. Financial Times juga melaporkan bahwa negosiasi dilakukan antara eksportir senjata negara Rusia, Rosoboronexport, dan perwakilan Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL).
Baca Juga: Rumah Kelahiran Hitler Diubah Jadi Kantor Polisi
Kontrak yang ditinjau Financial Times menunjukkan Teheran secara resmi mengajukan permintaan sistem persenjataan itu pada Juli tahun lalu. Sebulan sebelumnya, Israel melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran, dengan Amerika Serikat turut bergabung dalam pengeboman fasilitas nuklir utama Teheran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan fasilitas nuklir utama Iran hancur akibat serangan tersebut. Namun, penilaian intelijen Washington saat itu menyebut pengeboman AS tidak menghancurkan kemampuan nuklir Iran sepenuhnya dan hanya memperlambat operasionalnya selama beberapa bulan.
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan negara itu telah pulih dari kerusakan akibat konflik dan mengklaim kemampuan mereka kini lebih baik dibanding sebelumnya.
Rusia dan Iran memiliki perjanjian kemitraan strategis, meski tidak mencakup klausul pertahanan bersama. Awal Februari lalu, sebuah kapal korvet Angkatan Laut Rusia juga tercatat melakukan manuver bersama Angkatan Laut Iran di Teluk Oman.
Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri. (Antara)