Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria mengumumkan pembentukan holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia sebagai bagian dari restrukturisasi pengelolaan kawasan industri milik badan usaha milik negara (BUMN).
Dony menjelaskan bahwa pembentukan holding tersebut bertujuan untuk menyederhanakan struktur pengelolaan kawasan industri sekaligus memperkuat daya tarik investasi di berbagai daerah di Indonesia.
“Namanya nanti Kawasan Industri Indonesia, holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Nanti kawasan industri kita ini akan menjadi salah satu harapan kita untuk menarik investor masuk,” kata Dony di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa selama ini pengelolaan kawasan industri masih tergabung dengan berbagai lini bisnis lain sehingga dinilai perlu difokuskan dalam satu entitas khusus agar lebih efektif dan profesional.
“Bisnis modelnya kita rubah, jadi fokus kepada kawasan. Tidak ada lagi yang campur-campur,” ujarnya.
Baca Juga: Danantara Umumkan 85 Calon Mitra Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Mayoritas dari China
Menurut Dony, holding tersebut akan mengelola seluruh kawasan industri BUMN dengan pendekatan terintegrasi. Selain itu, Danantara juga akan menempatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dalam pengelolaan kawasan industri agar tata kelola lebih optimal.
“Dan kita cari orang yang mengurusnya juga jadi gampang, yang memang memahami mengenai manajemen kawasan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pembentukan holding tersebut telah diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Senin. Dalam proses restrukturisasi itu, sejumlah anak perusahaan dari ekosistem Danareksa juga dialihkan ke Danantara sebagai bagian dari penataan ulang BUMN.
“Jadi hari ini RUPS, kita sudah punya sekarang perusahaan khusus mengurusi industrial estate kita,” ungkap Dony.
Baca Juga: Danantara Sumber Daya Indonesia Resmi Jadi BUMN, Pengawasan Ekspor SDA Masih Dihitung Bertahap
Dony menyebutkan bahwa proses legal restrukturisasi ditargetkan rampung pada 2026 sehingga holding baru dapat mulai beroperasi penuh pada 2027. Sebelumnya, pengelolaan kawasan industri BUMN berada di bawah ekosistem Danareksa, yang kini perannya difokuskan kembali pada pengelolaan aset.
Sementara itu, bisnis sekuritas BUMN tetap dijalankan oleh dua entitas, yakni Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas, sedangkan fungsi manajemen aset akan kembali berada di bawah Danareksa sebagai bagian dari penataan struktur baru.
(Sumber: Antara)
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria memberikan keterangan kepada wartawan usai acara Peluncuran Kemitraan Strategis Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin (25/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda) (Antara)