Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan kawasan transmigrasi kini mulai menjadi tujuan investasi global untuk pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari pusat data, industri maritim, hingga kawasan berbasis sumber daya alam.
Menurut Iftitah, setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga pengembangannya harus disesuaikan dengan keunggulan masing-masing wilayah.
“Era ketika kawasan transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berubah. Hari ini, investor mulai melihat kawasan transmigrasi sebagai lokasi yang kompetitif untuk investasi di berbagai sektor strategis,” kata Iftitah dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia mencontohkan kawasan transmigrasi di Barelang, Batam, Kepulauan Riau, yang dinilai memiliki peluang besar menjadi lokasi pengembangan pusat data. Potensi tersebut didukung ketersediaan pasokan listrik, letak yang strategis, serta konektivitas dengan kawasan industri dan perdagangan.
“Ada kawasan transmigrasi di Batam yang sangat potensial untuk data center. NVIDIA bahkan telah masuk ke kawasan tersebut. Mengapa? Karena kebutuhan listriknya tersedia dan lokasinya sangat strategis,” ujar Iftitah.
Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan bahwa Batam tengah dipersiapkan sebagai pusat infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berskala global.
Melalui kerja sama Firmus Technologies Pty Ltd dari Australia, Nvidia Corp, dan DayOne asal Singapura, akan dibangun Kampus Nvidia DSX AI Factory dengan kapasitas 360 megawatt (MW). Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027.
Proyek itu diperkirakan mampu menyediakan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia sepanjang 2027 hingga 2028. Nilai purchase agreements yang dihasilkan selama enam tahun pertama operasional diproyeksikan mencapai 25 miliar dolar AS hingga 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp542,91 triliun.
Baca Juga: Mentrans Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Investasi
Selain sektor digital, Iftitah mengatakan peluang investasi juga terbuka di bidang maritim, termasuk industri galangan kapal yang menjadi salah satu keunggulan Kepulauan Riau.
Ia mengungkapkan ketertarikan investor asing juga datang dari Australia. Bahkan, sejumlah calon investor telah mengunjungi langsung kawasan transmigrasi untuk melihat potensi investasi yang tersedia.
“Kami menerima calon investor dari Australia yang datang untuk melihat langsung potensi kawasan transmigrasi. Ini menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi mulai diperhitungkan dalam peta investasi internasional, bukan lagi hanya sebagai kawasan permukiman,” ujar dia lagi.
Untuk mempercepat realisasi investasi, Kementerian Transmigrasi menggandeng perguruan tinggi dalam penyusunan kajian akademik dan studi kelayakan setiap kawasan.
Menurut Iftitah, dokumen tersebut menjadi syarat penting agar proyek investasi yang ditawarkan memiliki dasar yang kuat dan memberikan kepastian bagi calon investor.
“Investor tidak datang ke tempat yang belum jelas. Karena itu, setiap kawasan harus didukung kajian ilmiah dan feasibility study yang memberikan kepastian sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan investasi,” ujar dia.
Ia menegaskan transformasi program transmigrasi kini tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan lahan dan pembangunan permukiman, tetapi juga membangun ekosistem investasi yang mampu menghubungkan potensi daerah dengan kebutuhan dunia usaha.
Pengembangan kawasan transmigrasi, lanjutnya, harus mengikuti keunggulan masing-masing wilayah, baik di sektor digital, maritim, energi, pertanian, maupun sektor lainnya.
“Kita sebenarnya sudah memiliki modal dasarnya, yaitu lahan, kawasan, dan sumber daya manusia. Yang harus kita bangun adalah ekosistemnya, menghadirkan teknologi, permodalan, industri, dan offtaker agar seluruh potensi itu menghasilkan nilai tambah yang sebesar-besarnya,” kata Iftitah.
Kementerian Transmigrasi berharap pendekatan tersebut dapat mendorong kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat industrialisasi dan hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
(Sumber: Antara)
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Antara)