Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia melalui pengembangan kerja sama strategis dengan berbagai mitra global.
CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa lembaga tersebut kini menjadi salah satu mitra yang banyak dilirik investor asing karena memiliki berbagai portofolio dan proyek yang dinilai potensial.
“Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing,” ujar Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, kemitraan dengan investor global menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) sekaligus memperkuat keyakinan dunia internasional terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Melalui perluasan jejaring internasional, Danantara berharap dapat membuka peluang investasi yang lebih besar, mempercepat alih pengetahuan dan teknologi, serta mendorong pengembangan berbagai sektor strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Danantara Makin Dilirik Investor Dunia, Rosan Klaim Minat Investasi Terus Menguat
Sementara itu, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Thailand periode 2001–2006 sekaligus Dewan Penasihat BPI Danantara, Thaksin Shinawatra.
Pertemuan tersebut juga dihadiri CEO Danantara yang merangkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, serta Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa.
Dalam pertemuan itu, para pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis guna mendukung transformasi BUMN dan pembangunan nasional. Pembahasan mencakup pengembangan sektor prioritas, percepatan program hilirisasi industri, penguatan tata kelola perusahaan, hingga transformasi digital melalui pemanfaatan pengalaman dan jejaring internasional.
Melalui sinergi dengan berbagai mitra dunia, Danantara berupaya membangun ekosistem investasi yang semakin kredibel, memperluas akses terhadap teknologi serta praktik terbaik global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Danantara Mulai Bangun Pengolahan Sampah di Bali, Target 1.500 Ton Sampah per Hari
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi BUMN agar menjadi perusahaan yang lebih adaptif, kompetitif, dan memiliki daya saing di tingkat global, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta (Antara)