Danantara Merger Empat Perusahaan Asset Management BUMN di Bawah Mandiri Manajemen Investasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 14:41
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Rapat merger empat perusahaan asset management BUMN yang dihadiri oleh CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir. Rapat merger empat perusahaan asset management BUMN yang dihadiri oleh CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Danantara memutuskan menggabungkan empat perusahaan pengelola investasi milik BUMN ke dalam satu entitas dengan Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan yang tetap bertahan atau surviving entity. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat transformasi pengelolaan aset negara agar lebih terintegrasi dan produktif.

Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan penyederhanaan struktur perusahaan bukan menjadi tujuan utama dalam proses tersebut.

"Streamlining itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi Antara dari Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.

Empat perusahaan yang akan digabung meliputi PNM Investment Management, BNI Asset Management, BRI Manajemen Investasi, dan Mandiri Manajemen Investasi. Setelah proses merger rampung, Mandiri Manajemen Investasi akan menjadi entitas yang tetap beroperasi.

Baca JugaDanantara Resmi Merger Empat BUMN Manajemen Aset

Konsolidasi tersebut merupakan bagian dari strategi Danantara untuk membangun platform pengelolaan aset yang lebih efisien, profesional, dan terintegrasi sehingga mampu mengoptimalkan nilai aset milik negara.

Keputusan merger diambil dalam rapat yang berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026. Pertemuan itu dihadiri CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.

Dalam rapat tersebut, jajaran pimpinan Danantara menyepakati penggabungan empat perusahaan asset management BUMN sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kelembagaan sekaligus pengelolaan aset di bawah Danantara.

Melalui merger ini, Danantara menargetkan terbentuknya perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengintegrasikan portofolio aset, memperkuat tata kelola dan kapabilitas perusahaan, meningkatkan efisiensi pengelolaan, serta memperbesar daya tarik investasi.

Baca JugaDanantara Kebut Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Selain itu, konsolidasi tersebut diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan aset negara sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus mendukung pembangunan nasional.

Danantara menegaskan pembentukan perusahaan asset management terbesar di Indonesia merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan sistem pengelolaan aset negara yang lebih profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai.

Melalui langkah tersebut, produktivitas aset BUMN diharapkan meningkat, kepercayaan investor semakin kuat, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih besar.

(Sumber: Antara)

x|close