Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah bersama masyarakat menyepakati percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kesepakatan tersebut dicapai setelah dilakukan pembahasan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan hasil pertemuan telah mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat dan menghasilkan sejumlah keputusan yang akan segera ditindaklanjuti.
"Kami sudah berembuk mendengarkan aspirasi dan intinya sudah ada kesepakatan," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Kesepakatan itu dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang digelar di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh, pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) juga menyerahkan bantuan berupa kendaraan tangki air.
Baca Juga: Kemendagri Targetkan Program BSPS Menjangkau 400 Ribu Rumah Tak Layak Huni pada 2026
Menurut Tito, rapat dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta tokoh masyarakat. Seluruh peserta menyetujui sejumlah langkah prioritas untuk penanganan pascabencana sesuai kebutuhan dan aspirasi warga.
Pemerintah turut mengapresiasi upaya masyarakat yang secara swadaya memperbaiki akses jalan di wilayah terdampak. Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan Jembatan Enang-Enang masih belum cukup aman untuk dilintasi kendaraan dengan beban berat.
Untuk itu, pemerintah akan melakukan penguatan struktur pada Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat digunakan dengan tingkat keamanan yang lebih baik.
"Khusus untuk Jembatan Enang-Enang ini memiliki nilai historis yang panjang sehingga tetap akan difungsikan, tetapi Balai PU akan memperkuat strukturnya," ujar Tito.
Baca Juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga Hadapi Potensi El Nino Mulai Juli 2026
Selama pekerjaan penguatan jembatan berlangsung, pemerintah akan menyiapkan akses alternatif melalui jalur Werlah. Ruas jalan tersebut akan ditingkatkan kualitasnya, termasuk melalui pelebaran jalan dan perbaikan permukaan.
Selain menyiapkan jalur alternatif, pemerintah bersama masyarakat juga menyepakati pembangunan jembatan permanen yang dirancang menjadi salah satu ikon baru di kawasan Gayo.
"Dan itu akan menjadi kebanggaan di Tanah Gayo," kata Tito.
(Sumber: Antara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian (tengah) hadiri usai Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah, Aceh, Selasa, 7 Juli 2026. (Antara)