Iran Ancam Serangan Balasan yang "Menghancurkan" usai Serangan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 11:27
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. ANTARA/Anadolu/am. Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. ANTARA/Anadolu/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Militer Iran menegaskan akan memberikan "balasan yang menghancurkan" terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah selatan negara itu. Ancaman tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya yang mengutuk keras aksi militer Washington dan menyebutnya sebagai bentuk agresi yang terang-terangan.

Dalam pernyataannya, Khatam-al-Anbiya menegaskan Iran tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut. Teheran juga menekankan akan memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk agresi yang dilakukan pihak luar.

Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Iran turut menyoroti Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi distribusi minyak dunia. Iran menegaskan tidak akan mengizinkan campur tangan negara lain dalam pengelolaan jalur tersebut.

"Selat Hormuz merupakan wilayah yang berada di bawah pengelolaan Republik Islam Iran. Satu-satunya jalur aman bagi kapal komersial maupun kapal tanker minyak adalah jalur yang telah ditetapkan oleh Republik Islam Iran," demikian pernyataan militer Iran, dilansir dari Aljazeera, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga: Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak jenis MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di wilayah Khormuj, Provinsi Bushehr.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohbi, mengatakan sistem pertahanan udara IRGC berhasil menghancurkan drone tersebut setelah mendeteksi apa yang disebut sebagai aksi agresi udara militer Amerika Serikat.

Menurut Mohbi, pesawat nirawak tersebut berhasil ditembak hingga jatuh di wilayah Bushehr. Hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Iran tersebut.

Rangkaian pernyataan dari Iran itu semakin mempertegas meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, terutama di kawasan Selat Hormuz yang memiliki peran vital sebagai salah satu jalur utama perdagangan energi global.

x|close