Ntvnews.id, Jakarta - Pemilihan ayat Al-Qur'an dalam prosesi penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memicu perhatian luas setelah delegasi Arab Saudi tiba untuk memberikan penghormatan.
Ayat yang diperdengarkan oleh qari Iran saat itu dinilai sebagian warganet memiliki makna simbolis sehingga memunculkan spekulasi bahwa ayat tersebut ditujukan kepada delegasi Saudi.
Momen tersebut terjadi ketika delegasi Arab Saudi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Ali Khamenei pada Jumat (3/7/2026).
Mengutip Al-Jazeera dan Tasnim News, pihak Iran memilih membacakan QS Ali Imran ayat 13 ketika delegasi Saudi berada di lokasi upacara.
Ayat tersebut berbunyi:
"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."
Baca Juga: Kisah Pidato Prabowo Viral Pujian di India
Dalam isi ayat tersebut, Allah mengisahkan pertemuan dua kelompok dalam Perang Badar, yakni pasukan yang berjuang di jalan Allah dan kelompok lawannya. Ayat itu menekankan bahwa kemenangan tidak semata ditentukan oleh jumlah pasukan, melainkan oleh pertolongan Allah kepada pihak yang Dia kehendaki.
Pemilihan ayat ini kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak warganet mengaitkannya dengan hubungan Iran dan Arab Saudi yang sempat memanas dalam beberapa waktu terakhir, sehingga muncul narasi bahwa pembacaan ayat tersebut merupakan sindiran simbolis dari Iran kepada delegasi Saudi.
Spekulasi itu semakin ramai karena kehadiran delegasi Arab Saudi sendiri dinilai tidak terduga. Sebelumnya, pada Maret lalu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud sempat mendesak Iran untuk "menghitung ulang" strateginya setelah serangan balasan berulang kali terhadap pangkalan Amerika Serikat di wilayah kerajaan. Ia juga menyatakan bahwa toleransi terhadap serangan yang menyasar negara-negara Teluk memiliki batas.
Meski demikian, hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang menyebut bahwa pemilihan QS Ali Imran ayat 13 dimaksudkan sebagai sindiran kepada Arab Saudi. Narasi tersebut berkembang di media sosial setelah video pembacaan ayat saat delegasi Saudi memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei beredar luas dan menjadi viral.
Seorang warga memberikan penghormatan bunga mawar saat unjuk rasa untuk berkabung untuk pemimpin tertinggi Iran yang telah meninggal, Ali Khamenei, dan menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi yang sedang menjabat, Mojtaba Khamenei, di Teheran, (Antara)