Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung merespons usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait penambahan lima rute baru TransJabodetabek.
Menurutnya, pengembangan jaringan transportasi lintas wilayah tersebut akan dibahas lebih lanjut karena dinilai menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus solusi untuk mengurangi kemacetan di kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Ia mengungkapkan, dirinya telah menerima dan mempelajari usulan yang diajukan Pemkot Depok. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok sebelum mengambil keputusan.
"Saya membaca usulan itu. Nanti kami akan diskusikan dengan Pemerintah Depok, tapi yang jelas memang Transjabodetabek ini sekarang sudah menjadi kebutuhan," ucap Pramono saat menghadiri acara di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, dikutip pada Senin, 6 Juli 2026.
Baca Juga: Siap-siap! Besok Pemkot Depok Berlakukan Jam Malam untuk Pelajar
Menurut dia, kehadiran layanan TransJabodetabek telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan dari wilayah penyangga menuju Jakarta.
Ia menilai transportasi publik terintegrasi mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sehingga berpotensi menekan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M (Ntvnews.id/ Adiansyah)
Baca Juga: Tarif Transjabodetabek Pakai Skema Jauh-Dekat Beda Harga Sedang Dikaji
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok mengajukan usulan pengembangan layanan TransJabodetabek kepada Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan konektivitas transportasi antara Depok dan ibu kota.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menjelaskan bahwa usulan tersebut telah disampaikan sejak April 2026 dan hingga kini masih menunggu persetujuan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Selama proses pembahasan, Dishub Depok terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT TransJakarta guna mematangkan berbagai aspek teknis maupun operasional.
"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya untuk mengembangkan trayek Transjabodetabek agar dapat mempermudah mobilitas warga Depok," ujarnya.
Dalam usulan tersebut, Pemkot Depok mengajukan empat trayek baru dan satu penyesuaian rute (rerouting). Empat rute baru yang diusulkan meliputi; Shila at Sawangan – Lebak Bulus, Terminal Sawangan – Kuningan, Terminal Depok – Cinere – Blok M, dan Terminal Jatijajar – Terminal Kampung Rambutan.
Selain itu, Dishub Depok juga mengusulkan perubahan trayek D21 Universitas Indonesia–Manggarai, yang sebelumnya melayani rute Terminal Jatijajar–Manggarai.
Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta (Humas DKI)