Ntvnews.id, Jakarta - Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi ditutup di Istora Senayan, Minggu, 5 Juli 2026. Selama dua hari penyelenggaraan, festival ini berhasil membukukan total transaksi sebesar Rp55 miliar serta menarik sekitar 15 ribu pengunjung.
Tak hanya menjadi ajang pameran, JKF 2026 juga menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengatakan penyelenggaraan JKF 2026 membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun perekonomian Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pramono Siap Tambah Kapasitas Sekolah Rakyat di Jakarta, Target Tampung 1.000 Siswa
Menurutnya, semangat #JagaJakarta yang diusung dalam festival tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"JKF membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama untuk membangun Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan. Semangat #JagaJakarta juga mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, penguatan sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM akan terus menjadi fokus utama dalam meningkatkan daya saing ibu kota sebagai kota global.
JKF 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, layanan publik, edukasi, hingga berbagai kompetisi yang melibatkan masyarakat.
Sebanyak 377 tenant berpartisipasi dalam festival ini, terdiri atas 290 tenant UMKM dan 87 tenant dari sektor layanan publik, edukasi, serta komunitas yang berkolaborasi dengan 67 lembaga dan instansi.
Baca Juga: Tarif Transjakarta Diusulkan Jadi Rp5.000
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai perlombaan. Sebanyak 1.940 peserta mengikuti sejumlah kompetisi, di antaranya Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, hingga Festival Urban Farming.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan JKF 2026 menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp55 miliar, termasuk transaksi business matching untuk pembiayaan dan ekspor produk UMKM. Selain itu, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), festival ini juga berhasil menghasilkan komitmen pembiayaan perbankan kepada sektor korporasi senilai Rp575 miliar.
Tak hanya itu, JKF 2026 turut melahirkan komitmen kerja sama antara sektor perbankan dengan para sineas muda yang berpartisipasi dalam Jakarta Youth Film Festival. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat industri kreatif, khususnya sektor film dan musik, sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi Jakarta.
JKF 2026 Ditutup, Catat Transaksi Rp55 Miliar dan Dihadiri 15 Ribu Pengunjung (Pemprov DKI)