Ntvnews.id, Ramallah - Pemerintah Palestina menuduh Israel tengah menjalankan rencana untuk mengambil alih lebih dari 3.750 situs arkeologi di Tepi Barat. Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kendali atas kawasan warisan budaya sekaligus mendukung perluasan permukiman Israel.
Wakil Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, Saleh Tawafsha, mengatakan organisasi-organisasi pemukim Israel dengan dukungan pemerintah berusaha mengalihkan pengelolaan ribuan situs arkeologi tersebut kepada para pemukim. Menurutnya, kelompok-kelompok itu juga memperluas keberadaan mereka dengan membangun pos-pos baru di sekitar sejumlah lokasi.
Baca Juga: Israel Cabut Wewenang Palestina atas Masjid Ibrahimi
Dalam keterangannya kepada radio resmi Voice of Palestine pada Minggu, 5 Juli 2026, Tawafsha menjelaskan bahwa sebagian besar situs yang menjadi sasaran berada di Area C Tepi Barat. Wilayah tersebut berada di bawah kendali penuh Israel dalam aspek keamanan dan administrasi berdasarkan Perjanjian Oslo.
Dia menyebut langkah-langkah itu sengaja dilakukan untuk "menghapus identitas sejarah dan budaya Palestina serta mengubah karakter historis situs-situs arkeologi dan keagamaan."
Baca Juga: British Museum Disorot Gegara Hapus Istilah Palestina
Tawafsha menegaskan situs-situs arkeologi tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warisan budaya Palestina. Ia menambahkan, Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina saat ini terus mendokumentasikan dugaan pelanggaran terhadap warisan budaya Palestina untuk kemudian dilaporkan kepada badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang terkait.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari otoritas Israel mengenai tuduhan yang disampaikan pemerintah Palestina.
Data Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina menunjukkan Tepi Barat memiliki sekitar 7.000 situs arkeologi. Sekitar 60 persen di antaranya berada di Area C.
(Sumber: Antara)
Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. (Antara)