Menlu Sugiono dan Ketua MPR Bakal Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 19:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Sugiono Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani berencana menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2026.

Rencana tersebut disampaikan Sugiono usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 6 Juli 2016.

"Karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada hari tanggal 9, itu hari apa ya? Kamis. Kita berencana akan hadir. Rencananya akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bekerja bersama dengan Ketua MPR RI," ujar Sugiono.

Menurut Sugiono, pemerintah Indonesia saat ini masih menunggu kepastian teknis dari otoritas Iran terkait pengaturan lokasi dan akses bagi delegasi Indonesia yang akan menghadiri prosesi pemakaman tersebut.

"Jadi secara logistik masih memungkinkan dari beberapa, dari komunikasi yang terus kita lakukan bahwa karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian masa juga sangat besar di sana. Pihak Iran mesti mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita," jelasnya.

Pernyataan Menlu Sugiono tersebut disampaikan menyusul kritik yang sebelumnya dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, terkait representasi Indonesia dalam rangkaian awal prosesi penghormatan kepada Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga: Hangat hingga Perpisahan, Prabowo Antar Langsung Keberangkatan PM Lawrence Wong

Pada tahap awal upacara penghormatan yang telah berlangsung di Teheran, Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah Soemirat. Menurut Dino, kehadiran delegasi pada tingkat duta besar dinilai kurang mencerminkan pentingnya undangan resmi yang disampaikan pemerintah Iran, terutama karena sejumlah negara lain mengirimkan kepala negara, menteri, maupun pejabat tinggi untuk menghadiri prosesi tersebut.

Menanggapi kritik tersebut, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sejak awal telah menerima undangan resmi dari Iran dan memutuskan menunjuk Duta Besar RI di Teheran sebagai perwakilan resmi negara berdasarkan sejumlah pertimbangan teknis dan situasional.

Ia menjelaskan bahwa pada saat bersamaan, pemerintah Indonesia tengah disibukkan dengan berbagai agenda kenegaraan, termasuk persiapan sejumlah kunjungan kepala negara dan pejabat asing ke Indonesia, sehingga belum memungkinkan untuk segera mengirimkan delegasi tingkat tinggi.

“Karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk kesana,” jelasnya.

Menteri Luar Negeri Sugiono <b>(NTVnews)</b> Menteri Luar Negeri Sugiono (NTVnews)

Selain itu, Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia baru menerima konfirmasi dari otoritas Iran terkait pembatasan akses bagi delegasi pada waktu yang relatif singkat. Ketentuan tersebut menyebutkan bahwa hanya pejabat dengan level di atas duta besar yang dapat mengikuti prosesi tertentu, sehingga pemerintah Indonesia tidak memiliki cukup waktu untuk mengubah komposisi delegasi.

“Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas Dubes pada tanggal 2 kalau saya tidak salah, jadi kita juga tidak memiliki kesempatan untuk mengirimkan pengganti," pungkasnya.

Pemerintah Indonesia berharap rencana keberangkatan Menlu Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani ke Iran pada 9 Juli mendatang dapat terlaksana sesuai jadwal sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang Ayatollah Ali Khamenei sekaligus mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran.

x|close