BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia hingga 10 Juli

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 17:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Nelayan melaut menggunakan perahu tradisional di tengah gelombang tinggi disertai angin kencang di Pantai Kusamba, Klungkung, Bali, Minggu, 10 Mei 2026. Ilustrasi: Nelayan melaut menggunakan perahu tradisional di tengah gelombang tinggi disertai angin kencang di Pantai Kusamba, Klungkung, Bali, Minggu, 10 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang diperkirakan berlangsung pada 7 hingga 10 Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi pola pergerakan angin yang cukup kuat di kawasan utara maupun selatan Indonesia.

"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 3-35 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Tenggara dengan kecepatan 4-32 knot," katanya.

Menurut Agie, kecepatan angin tertinggi saat ini terpantau di Samudra Hindia selatan Lampung hingga selatan Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar, Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya, Laut Maluku, Laut Banda, serta Laut Arafuru.

Baca JugaSabtu, BMKG: Waspada Mayoritas Wilayah RI Berawan hingga Hujan Sedang

Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, dan Laut Jawa.

Gelombang dengan ketinggian yang sama juga diperkirakan terjadi di Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Samudra Pasifik utara Papua, Laut Seram, serta Laut Arafuru.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung serta Samudra Hindia selatan yang membentang dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Potensi gelombang hingga empat meter juga diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, Samudra Pasifik utara Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.

Baca JugaBMKG: Lebih dari Separuh Wilayah Indonesia Berpotensi Alami Kemarau Lebih Kering pada 2026

Agie mengingatkan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran, baik untuk perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, maupun kapal kargo berukuran besar.

Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca maritim resmi dari BMKG.

(Sumber: Antara)

x|close