SMAN 1 Matauli Pandan Jadi SMA Negeri Pertama di Indonesia Berstatus IB World School

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 16:35
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menerima sertifikat IB World School bagi SMAN 1 Matauli Pandan di Jakarta, Senin, 6 6 Juli 2026. Pencapaian tersebut menjadikan SMAN 1 Matauli Pandan sebagai SMA negeri pertama di Indonesia yang berstatus IB World School Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menerima sertifikat IB World School bagi SMAN 1 Matauli Pandan di Jakarta, Senin, 6 6 Juli 2026. Pencapaian tersebut menjadikan SMAN 1 Matauli Pandan sebagai SMA negeri pertama di Indonesia yang berstatus IB World School

Ntvnews.id, Jakarta - SMAN 1 Matauli Pandan resmi mencatat sejarah sebagai sekolah menengah atas negeri pertama di Indonesia yang memperoleh otorisasi International Baccalaureate (IB) Diploma Programme dan bergabung sebagai IB World School.

Pencapaian tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Prabowo Subianto, Dirgayuza Setiawan, melalui unggahan di akun media sosial resminya pada Senin 6 Juli 2026. Dalam unggahan itu, Dirgayuza mengaku bangga dapat menjadi bagian dari momentum bersejarah bagi dunia pendidikan nasional.

"Hari ini, 7 Juli 2026, menjadi hari yang sangat membanggakan bagi saya sekaligus tonggak sejarah pendidikan Indonesia," tulis Dirgayuza.

Ia menjelaskan, bersama Ketua Dewan Pembina dan Ketua Yayasan Maju Tapian Nauli, dirinya selaku Ketua Dewan Pembina YPKBI/Akademi Kader Bangsa menyerahkan sertifikat IB World School SMAN 1 Matauli Pandan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

Baca Juga: Tolak Final LCC Kalbar Diulang, MPR RI Tunggu Surat dari SMAN 1 Pontianak

Menurut Dirgayuza, status sebagai IB World School tidak hanya menjadi bentuk pengakuan internasional, tetapi juga menandakan bahwa sekolah telah memenuhi berbagai standar global, mulai dari kurikulum, kualitas tenaga pendidik, kepemimpinan, tata kelola, budaya belajar, hingga sistem penilaian.

Dengan status tersebut, SMAN 1 Matauli Pandan kini bergabung dengan lebih dari 5.800 IB World Schools yang tersebar di 159 negara dan menerapkan standar pendidikan yang sama dengan berbagai sekolah unggulan di dunia.

Dirgayuza menilai pencapaian itu sekaligus membuktikan bahwa sekolah negeri di Indonesia mampu memenuhi standar pendidikan internasional.

"Yang lebih penting, pencapaian ini membuktikan bahwa sekolah negeri Indonesia mampu memenuhi standar pendidikan global. Selama ini, pendidikan IB identik dengan sekolah swasta berbiaya hingga ratusan juta rupiah sampai 600 juta rupiah per tahun," tulisnya.

Baca Juga: Ribuan Alumni Hadiri Reuni Akbar SMAN 1 Pematangsiantar, Pererat Silaturahmi Lintas Generasi

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut membuka kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik di daerah untuk memperoleh pendidikan berstandar internasional tanpa harus bersekolah di institusi swasta dengan biaya tinggi.

"Hari ini, seorang anak yang belajar di SMA Negeri di Tapanuli Tengah memiliki kesempatan memperoleh pendidikan dengan standar yang sama."

Dirgayuza berharap keberhasilan SMAN 1 Matauli Pandan menjadi awal lahirnya lebih banyak SMA negeri berkelas dunia di Indonesia sehingga akses terhadap pendidikan internasional dapat dinikmati lebih luas.

"Semoga ini menjadi awal lahirnya lebih banyak SMA Negeri berkelas dunia, sehingga pendidikan internasional tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan kesempatan bagi setiap anak Indonesia yang memiliki kemampuan, semangat, dan cita-cita besar."
Di akhir unggahannya, Dirgayuza menutup dengan catatan bertanggal 7 Juli 2026 sebagai penanda momen bersejarah tersebut.

x|close