Ratusan Personel dan 3 Helikopter Water Bombing Masih Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 16:47
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sejumlah kendaraan dannalat berat saat beraktivitas melakukan pemadaman di area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa, 7 Juli 2026. Sejumlah kendaraan dannalat berat saat beraktivitas melakukan pemadaman di area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa, 7 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, terus dilakukan secara terpadu hingga hari kedelapan sejak api pertama kali muncul pada Selasa, 30 Juni 2026. Sebanyak 600 personel gabungan bersama tiga unit helikopter water bombing masih dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan berbagai instansi, baik dari tingkat daerah maupun pusat, terlibat dalam penanganan kebakaran guna mengendalikan kepulan asap dan titik api di TPA Jatiwaringin.

"Penanganan dilakukan secara terpadu, termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan Forkopimda Kabupaten Tangerang. Kami menurunkan semua kekuatan, baik sumber daya manusia maupun sarana prasarana," katanya.

Menurut Hengki, proses pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Tiga helikopter water bombing secara berkala melakukan penyiraman air dengan mengambil pasokan dari danau di sekitar lokasi.

Baca JugaBNPB Intensifkan Water Bombing untuk Jinakkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

"Ada empat unit (helikopter) yang disiapkan. Hari ini tiga unit beroperasi, satu lagi masih istirahat. Mungkin besok akan ditambah lagi dua," ucapnya.

Selain dukungan dari udara, sekitar 50 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi pemerintah dan swasta turut diterjunkan. Berkat upaya tersebut, sekitar 4,5 persen dari total area TPA seluas 18 hektare yang terbakar mulai berhasil dikendalikan.

Hengki juga mengungkapkan sebanyak 192 warga telah dievakuasi ke posko pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang akibat dampak asap kebakaran.

Ia memastikan seluruh kebutuhan para pengungsi telah dipenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara, makanan dan minuman, hingga layanan kesehatan yang melibatkan tenaga medis dari puskesmas, rumah sakit, Dokkes Polda, serta Polres.

Baca JugaKLH Kerahkan 30 Personel Manggala Agni untuk Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin

"Semua baik tempat tidur pengungsian sudah disiapkan oleh Pemerintah Tangerang. Makan minumnya mereka, kesehatan mereka juga kita siapkan dokter-dokter dari Puskesmas, dari Rumah Sakit, termasuk dari Dokkes Polda maupun dari Polres diturunkan. Yang lain-lain pun turun, obat-obatan semua kita siap," kata dia.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa, 7 Juli 2026 sekitar pukul 14.51 WIB, kepulan asap masih terlihat membumbung dari sejumlah titik api di gunungan sampah, terutama di sisi selatan dan barat TPA.

Sementara itu, petugas Manggala Agni bersama BPBD terus melakukan pemadaman menggunakan metode injeksi sejak malam hari hingga siang. Di saat bersamaan, helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga terus menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

(Sumber: Antara)

x|close