Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan penerapan mandatori biodiesel B50 pada Kamis, 9 Juli 2026. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak sawit.
Untuk mendukung implementasi, Pertamina Patra Niaga menyiapkan 37,92 juta liter B50 yang mulai tersedia sejak Rabu, 1 Juli 2026. Bahan bakar tersebut didistribusikan melalui 29 terminal di berbagai wilayah Indonesia dengan harga Rp6.800 per liter.
Kementerian Pertanian memastikan pasokan CPO mencukupi untuk mendukung program B50. Pemerintah bersama Pertamina juga telah menyiapkan uji teknis, infrastruktur distribusi, dan skema pembiayaan guna memastikan implementasi berjalan lancar.
Penerapan B50 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan bauran biodiesel tertinggi di dunia. Capaian ini melampaui negara produsen sawit lainnya, seperti Malaysia yang menerapkan B20, Thailand B15, dan Kolombia B12.
Berikut Infografiknya:
Infografik: Indonesia Resmi Terapkan Biodiesel B50. (Antara)
(Sumber: Antara)
Penerapan campuran solar dan minyak sawit atau biodiesel 50 persen (B50) diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 9 Juli 2026. Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan campuran bahan bakar minyak dan nabati hingga level tersebut. (Antara)