Swedia dan Serbia Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 08:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Swedia dan Serbia menyerukan warga negaranya yang berada di Iran agar segera meninggalkan negara tersebut. Imbauan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil langkah militer terkait program nuklir Iran.

Sebelumnya, pemerintah Serbia pada pertengahan Januari juga telah meminta warganya untuk meninggalkan Iran dan menghindari perjalanan ke negara itu, seiring tindakan keras otoritas Iran terhadap aksi protes massal.

"Karena situasi keamanan yang memburuk, warga negara Republik Serbia tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat," kata Kementerian Luar Negeri Serbia dalam pernyataan terbaru yang dipublikasikan di situs resminya pada Jumat malam hingga Sabtu pagi waktu setempat.

"Semua orang yang berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin," imbuhnya, dilansir AFP, Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga: Iran Berikan Ancaman Baru ke AS

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard melalui media sosial X juga menyampaikan "seruan kerasnya kepada warga Swedia yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu".

Pemerintah Iran menyatakan pada Jumat, 20 Februari 2026 berharap dapat segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran, yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Peluru kendali Iran, Emad. Rudal balistik ini diyakini turut ditembakkan Iran ke Israel pada 14 April 2024. /ANTARA/Mohammad Agah/Tasnim News Agency via Wikimedia Commons/pri. (Antara)

Namun, Trump menyebut dirinya tengah "mempertimbangkan" opsi serangan militer terbatas jika perundingan tidak membuahkan hasil. Sebelumnya, ia juga memerintahkan peningkatan besar-besaran kekuatan angkatan laut AS di Timur Tengah untuk menekan Teheran.

Pada Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat, kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, terlihat memasuki Laut Mediterania setelah diperintahkan berlayar ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari pengerahan kekuatan militer AS. Kapal induk tersebut terpantau melintasi Selat Gibraltar dalam foto yang diambil dari wilayah Gibraltar.

USS Gerald R. Ford nantinya akan bergabung dengan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln, beserta armada kapal perang pengiring yang lebih dulu tiba di kawasan Timur Tengah.

x|close