Kecaman ke Dubes AS Usai Sebut Israel Punya Atas Sebagian Besar Wilayah Timur tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Feb 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Israel/ist Bendera Israel/ist

Ntvnews.id, Tel Aviv - Pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebut Israel memiliki hak atas sebagian besar wilayah Timur Tengah menuai kritik keras dari negara-negara Arab dan Muslim. Ucapan tersebut dinilai tidak dapat diterima.

Dilansir dari AP, Senin, 23 Februari 2026, pernyataan itu disampaikan Huckabee dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang ditayangkan pada Jumat. Carlson mengemukakan bahwa menurut Alkitab, keturunan Abraham akan menerima wilayah yang kini mencakup hampir seluruh Timur Tengah, lalu menanyakan kepada Huckabee apakah Israel berhak atas tanah tersebut.

Huckabee menjawab bahwa “tidak masalah jika mereka mengambil semuanya”. Namun, ia menegaskan Israel tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya dan hanya berhak atas keamanan di wilayah yang secara sah berada di bawah kendalinya.

Pernyataan itu langsung memicu kecaman dari Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Liga Negara-negara Arab.

Baca Juga: Syarat dari Israel Agar Pasukannya Mundur dari Gaza, Apa Itu?

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut pernyataan Huckabee sebagai “retorika ekstremis” dan “tidak dapat diterima”, serta meminta Departemen Luar Negeri AS memberikan klarifikasi resmi.

Kementerian Luar Negeri Mesir juga mengecam pernyataan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional, serta menegaskan Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya.

“Pernyataan semacam ini, ekstremis dan tanpa dasar yang kuat, hanya akan memanaskan suasana serta membangkitkan sentimen keagamaan dan nasional,” demikian pernyataan Liga Negara-negara Arab.

Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A <b>(Antara)</b> Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A (Antara)

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait kontroversi tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel dilaporkan berupaya memperkuat kontrol di Tepi Barat dengan memperluas pembangunan permukiman Yahudi, melegalkan pos-pos permukiman, serta melakukan perubahan kebijakan birokrasi di wilayah pendudukan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat dan akan menghalangi langkah tersebut.

Baca Juga: Israel Ingin Buat Aturan Pengusiran Warga Palestina dari Gaza hingga Tepi Barat

Selama beberapa dekade, Palestina menuntut pembentukan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, tuntutan yang didukung oleh sebagian besar komunitas internasional.

Huckabee dikenal sebagai penganut Kristen evangelis serta pendukung kuat Israel dan gerakan permukiman di Tepi Barat. Ia juga sejak lama menolak konsep solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina. Dalam wawancara sebelumnya, ia bahkan menyatakan tidak percaya pada penyebutan keturunan Arab dari penduduk Palestina pada era mandat Inggris sebagai “Palestina”.

x|close