Ntvnews.id, Tel Aviv - Ada satu syarat utama yang harus dipenuhi agar pasukan Israel menarik diri dari Jalur Gaza, Palestina, yakni Hamas wajib melucuti seluruh persenjataannya.
Penegasan itu disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, saat fase kedua gencatan senjata di Gaza yang mengacu pada rencana perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai berjalan. Dalam fase kedua tersebut, Hamas diwajibkan melucuti senjata, sementara Israel akan menarik mundur pasukannya dari wilayah Gaza.
"Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap ada, baik dengan senjata maupun terowongan. Slogannya sederhana: hingga terowongan terakhir," kata Katz dalam konferensi yang digelar surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, seperti dilansir dari Anadolu, Kamis, 19 Februari 2026.
"Kami tidak akan bergeser dari Garis Kuning satu milimeter pun sampai Hamas dilucuti, dari senjatanya, dari terowongan, dan dari hal-hal lainnya," tegasnya.
Baca Juga: Purbaya Masih Tunggu Arahan Prabowo soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN
Istilah “Garis Kuning” yang disebut Katz merujuk pada garis posisi pasukan Israel yang ditarik mundur di wilayah timur Jalur Gaza pada fase pertama gencatan senjata. Pada fase kedua, pasukan Israel diwajibkan mundur secara bertahap dari garis tersebut.
Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah Tel Aviv akan memberikan tenggat waktu 60 hari bagi Hamas untuk melucuti senjata mereka. Ia juga mengancam bahwa perang akan dilanjutkan jika Hamas tidak mematuhi ketentuan tersebut.
Warga Palestina terlihat setelah mereka kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur di utara Kota Gaza pada 6 November 2025. (Antara)
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025 dan menghentikan sebagian besar pertempuran di Jalur Gaza. Namun dalam praktiknya, Israel tetap melanjutkan serangan udara dan penghancuran di wilayah Palestina itu, yang berulang kali dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Perlucutan senjata Hamas menjadi bagian dari fase kedua gencatan senjata yang mulai berlaku pada pertengahan Januari lalu. Fase ini juga mencakup penarikan pasukan Israel lebih lanjut dari Gaza, dimulainya proses rekonstruksi wilayah tersebut, masuknya tambahan bantuan kemanusiaan, serta pembentukan komite administratif untuk mengelola Jalur Gaza.
Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A (Antara)