Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 22:09
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memaparkan konsep Neuroleadership dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kepemimpinan di masa depan memerlukan pendekatan ilmiah yang memahami cara kerja otak manusia agar mampu melahirkan sosok pemimpin yang adaptif, rasional, humanis, dan berintegritas.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa kemajuan ilmu neurosains telah melahirkan pendekatan kepemimpinan modern yang dikenal sebagai Neuroleadership. Pendekatan ini memanfaatkan pemahaman mengenai fungsi otak dalam mengelola emosi, mengambil keputusan, membangun kolaborasi, hingga memimpin perubahan di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks.

Konsep tersebut telah ia tuangkan dalam dua bukunya, yakni Ilmu Neurosains Modern yang terbit pada 2015 serta Gagasan Indonesia Modern Berbasis Neuroleadership.

"Transformasi kepemimpinan harus dimulai dari transformasi diri. Seorang pemimpin yang mampu mengelola pikirannya akan mampu mengelola organisasi, dan pada akhirnya membawa perubahan bagi bangsa," ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam paparannya, ia menyampaikan empat pesan utama Neuroleadership. Pertama, perubahan organisasi harus diawali dengan kesadaran pemimpin untuk mengubah dirinya sendiri. Kedua, kepemimpinan berbasis neurosains tetap menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama, karena tujuan kepemimpinan adalah menghadirkan kasih, empati, serta manfaat bagi sesama.

Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains <b>(Istimewa)</b> Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains (Istimewa)

Ketiga, Neuroleadership memberikan landasan kognitif dan emosional bagi para pemimpin dalam menghadapi kompleksitas era digital. Keempat, pendekatan tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi Indonesia untuk menghadapi bonus demografi, transformasi digital, serta kompetisi global melalui pembangunan sumber daya manusia yang memiliki otak sehat, logika ilmiah, dan karakter yang kuat.

Selain itu, Taruna Ikrar memaparkan lima karakter utama yang perlu dimiliki pemimpin berbasis neurosains. Karakter tersebut meliputi growth mindset atau pola pikir yang terus berkembang, kecerdasan emosional, kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana berdasarkan data dan pengalaman, semangat belajar sepanjang hayat melalui prinsip neuroplastisitas, serta kepemimpinan transformasional yang mampu menginspirasi perubahan dan membangun budaya organisasi yang sehat.

Ia juga menjelaskan bahwa Neuroleadership berdiri di atas empat prinsip utama, yaitu self-regulation untuk mengendalikan emosi sekaligus berpikir reflektif, mindfulness agar memiliki kesadaran penuh dalam setiap situasi, empathy-based leadership untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan saling percaya, serta decision based on logic yang menitikberatkan pengambilan keputusan berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.

Dalam kuliah tersebut, Taruna Ikrar turut mengajak mahasiswa STIK Lemdiklat Polri memahami pentingnya menjaga kesehatan otak sebagai modal utama dalam memimpin. Menurutnya, otak merupakan pusat pengendali seluruh aktivitas manusia yang terdiri dari ratusan miliar neuron dengan jaringan sinaps yang sangat kompleks.

Ia menjelaskan, kemampuan otak untuk terus berkembang melalui mekanisme neuroplastisitas memungkinkan seseorang meningkatkan kualitas berpikir, memperbaiki perilaku, sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan sepanjang hayat melalui proses belajar dan pengalaman.

Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains <b>(Istimewa)</b> Di Hadapan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Kepala BPOM Taruna Ikrar Dorong Kepemimpinan Berbasis Neurosains (Istimewa)

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa plastisitas otak memiliki tiga mekanisme utama. Pertama adalah plastisitas sinaptik yang membentuk jaringan saraf baru melalui proses pembelajaran. Kedua, neurogenesis yang memungkinkan terbentuknya sel-sel saraf baru untuk menggantikan sel yang rusak. Ketiga, kompensasi fungsional yang membuat seseorang tetap mampu mempertahankan performa tinggi meski bertambah usia.

Menurut Taruna Ikrar, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memimpin bukan semata-mata ditentukan oleh bakat, melainkan dapat terus diasah melalui pembelajaran yang berkesinambungan.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi berbagai perubahan besar di tingkat global, mulai dari pertumbuhan populasi dunia, urbanisasi, bergesernya pusat ekonomi ke kawasan Asia, perkembangan perdagangan internasional, transformasi sistem keuangan global, meningkatnya kelas menengah, persaingan sumber daya alam, perubahan iklim, revolusi teknologi berbasis kecerdasan buatan, hingga dinamika geopolitik.

"Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir ilmiah, mengendalikan emosi, cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Neuroleadership memberikan fondasi tersebut sehingga pemimpin tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan bijaksana dalam setiap keputusan," tegas Taruna Ikrar.

Kuliah umum tersebut mendapat sambutan antusias dari mahasiswa STIK Lemdiklat Polri. Melalui penyampaian materi yang menggabungkan pendekatan ilmiah dan pengalaman praktis, Taruna Ikrar berharap lahir generasi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045 dengan kepemimpinan yang berlandaskan ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan.

x|close