Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat, termasuk serangan terbatas, akan mendorong Republik Islam tersebut untuk membalas "dengan ganas". Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut sedang mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran.
Amerika Serikat diketahui telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir yang dijadwalkan dimulai kembali pada Kamis mendatang.
Pada Senin, 23 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan bahwa setiap bentuk serangan, bahkan yang bersifat terbatas, akan "dianggap sebagai tindakan agresi. Titik".
"Dan negara mana pun akan bereaksi terhadap tindakan agresi sebagai bagian dari hak inherennya untuk membela diri dengan ganas, jadi itulah yang akan kami lakukan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pengarahan di Teheran, seperti dilansir AFP, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca Juga: Yordania Tak Akan Izinkan Wilayahnya Dipakai AS untuk Serang Iran
Sebelumnya, Trump pada Jumat lalu menyatakan tengah mempertimbangkan serangan terbatas jika Teheran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington terkait program nuklirnya.
"Saya kira saya bisa mengatakan saya sedang mempertimbangkannya," ujar Trump menjawab pertanyaan wartawan.
Kedua negara telah menyelesaikan putaran kedua pembicaraan tidak langsung di Swiss pada Selasa lalu dengan mediasi Oman, di tengah peningkatan besar kekuatan militer AS di kawasan tersebut.
Pembicaraan lanjutan, yang dikonfirmasi oleh Iran dan Oman namun belum dikonfirmasi oleh Amerika Serikat, dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memimpin tim negosiasi Teheran, sementara Amerika Serikat diwakili oleh utusan Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.
Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)