Kebijakan WFH ASN Resmi Dilanjutkan, Efektif Turunkan Konsumsi BBM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mei 2026, 09:27
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Bakom)

Ntvnews.id, 

Jakarta - Pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan work from home (WFH) setelah evaluasi selama dua bulan menunjukkan hasil positif, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini merupakan bagian dari 8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa penggunaan Pertalite pada April turun mendekati 9 persen selama kebijakan diterapkan.

"WFH dalam 2 bulan terlihat hasilnya cukup baik, dimana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April ya. April mendekati 9%, jadi hasilnya cukup baik," ujar Airlangga usai rapat koordinasi terkait Stimulus Ekonomi Semester II di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH 2 Bulan ke Depan

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah memutuskan memperpanjang kebijakan WFH untuk berbagai sektor, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta. Kementerian PAN-RB akan mengatur penerapannya untuk ASN, Kementerian Dalam Negeri untuk pemerintah daerah, dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk sektor swasta.

“Dan oleh karena itu, tadi diputuskan untuk dilanjutkan. Terkait dengan ASN nanti Ibu Men-PAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara) akan memperpanjang atau membuat SE (Surat Edaran) baru. Kemudian untuk daerah dari Pak Mendagri,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Perpanjang WFH karena Dinilai Tekan Konsumsi BBM

Pemerintah menilai pola kerja WFH terbukti membantu mengurangi mobilitas harian masyarakat, yang berdampak langsung pada penurunan konsumsi BBM. Selain itu, kebijakan WFH juga dinilai mampu menjaga produktivitas kerja di sektor pemerintahan maupun dunia usaha.

Selain evaluasi WFH, rapat koordinasi juga membahas berbagai stimulus ekonomi untuk semester II, antara lain insentif pajak bagi penulis, diskon transportasi saat liburan sekolah dan Nataru, program Magang Nasional, serta program vokasi bagi lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK.

x|close