Airlangga Bantah Pelemahan IHSG dan Rupiah Dipicu Pembentukan DSI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Mei 2026, 20:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah dipengaruhi sentimen pembentukan badan ekspor DSI maupun defisit neraca perdagangan.

Menurut Airlangga, koreksi pasar saham lebih disebabkan penyesuaian indeks setelah sejumlah emiten Indonesia keluar dari indeks lembaga pemeringkat global MSCI Inc..

“Pertama, lihat IHSG hari ini hijau. Sebetulnya IHSG itu kan kemarin ada apa indeks daripada emiten yang keluar dari apa namanya lembaga rating. Nah, tentu koreksi itu suatu hal yang wajar. Ada koreksi di market,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga menanggapi pandangan sejumlah ekonom yang menilai IHSG dan rupiah rentan tertekan akibat pembentukan badan ekspor DSI serta kondisi neraca perdagangan Indonesia.

Namun, Airlangga menegaskan pelemahan pasar bukan dipicu oleh faktor-faktor tersebut.

Baca Juga: Jakarta Barat Dijuluki Gotham City, Kenneth DPRD DKI: Saya Akan Jadi Batman

“Tidak,” katanya saat ditanya apakah koreksi pasar dipicu sentimen badan ekspor dan defisit neraca perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG masih mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir. Indeks tercatat turun 466,54 poin atau 7,04 persen menjadi 6.162,04 dari posisi sebelumnya di level 6.628,58.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto <b>(NTVnews)</b> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (NTVnews)

Meski demikian, pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, IHSG berhasil ditutup menguat 1,10 persen atau naik 67,11 poin ke level 6.162,05 setelah bergerak di zona hijau sepanjang sesi perdagangan.

Tekanan terhadap pasar saham domestik sebelumnya juga muncul setelah MSCI Inc. menghapus 18 saham Indonesia dan hanya menambahkan satu saham dalam hasil MSCI Equity Indexes May 2026 Index Review yang diumumkan pada 13 Mei 2026.

Perubahan tersebut dijadwalkan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mencakup indeks saham berkapitalisasi besar hingga kategori small cap.

x|close