Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak khawatir akan terulangnya krisis ekonomi di Indonesia. Hal itu disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini berada dalam keadaan yang jauh lebih baik dibandingkan saat krisis moneter 1998.
"Tidak (kekhawatiran). Fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh (dari 1998)," ujar Purbaya.
Ia menjelaskan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak dipengaruhi faktor persepsi pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Uang Beredar RI Tembus Rp10.253 T per April 2026
Menurut Purbaya, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tekanan eksternal secara beruntun, mulai dari penilaian Morgan Stanley Capital International, lembaga pemeringkat internasional, hingga dinamika pergerakan kurs rupiah.
"Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah. Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin, kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik," katanya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)
Purbaya juga mengungkapkan rapat tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh senior yang pernah terlibat dalam penanganan krisis ekonomi terdahulu, termasuk mantan Gubernur Bank Indonesia serta pejabat dari Kementerian PPN/Bappenas.
Menurut dia, pertemuan itu bertujuan menyerap pengalaman dan pandangan terkait penanganan krisis ekonomi pada masa lalu sebagai bahan evaluasi pemerintah.
"Sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari," imbuh Purbaya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)