BAKTI Komdigi Jelaskan Perbedaan BTS 4G, SATRIA-1, dan Palapa Ring, Jangan Sampai Keliru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 16:03
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tiga infrastruktur digital andalan BAKTI Komdigi. Tiga infrastruktur digital andalan BAKTI Komdigi. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi mengingatkan masyarakat agar tidak lagi keliru membedakan tiga infrastruktur digital andalan Indonesia, yakni BTS 4G, Satelit SATRIA-1, dan Palapa Ring.

Ketiganya memiliki fungsi berbeda, namun saling melengkapi untuk menghadirkan konektivitas hingga ke berbagai pelosok Tanah Air.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Kamis, 9 Juli 2026, BAKTI Komdigi menjelaskan bahwa ketiga infrastruktur tersebut bekerja sama untuk memperluas akses internet dan telekomunikasi, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan digital secara optimal.

Menurut BAKTI Komdigi, BTS 4G berfungsi menyediakan layanan seluler, baik telepon maupun internet, di wilayah yang belum terjangkau jaringan operator. Infrastruktur ini difokuskan untuk melayani daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sehingga masyarakat di kawasan tersebut tetap dapat menikmati layanan komunikasi.

Baca Juga: BAKTI Komdigi Perkuat Layanan Digital di Pulau Maratua, Administrasi Kampung Kini Lebih Efisien

Sementara itu, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik nasional yang menjadi tulang punggung (backbone) telekomunikasi Indonesia. Infrastruktur ini menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia sehingga mendukung distribusi layanan internet dan komunikasi secara lebih luas.

Adapun Satelit SATRIA-1 memiliki peran menyediakan akses internet bagi fasilitas layanan publik di wilayah yang belum terlayani jaringan terestrial. Dengan kapasitas tinggi, satelit ini menjadi solusi bagi daerah yang sulit dijangkau infrastruktur darat.

BAKTI Komdigi menjelaskan keberadaan tiga infrastruktur tersebut bukan tanpa alasan. Setiap wilayah di Indonesia memiliki kondisi geografis dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendekatan penyediaan jaringan pun tidak bisa disamaratakan.

Ada daerah yang lebih efektif dilayani menggunakan BTS 4G, sementara wilayah lain lebih sesuai memanfaatkan layanan satelit. Di sisi lain, kawasan yang telah memiliki infrastruktur pendukung membutuhkan jaringan serat optik sebagai penghubung utama.

Baca Juga: BAKTI Komdigi Perkuat Budaya Sadar Risiko Lewat Kepemimpinan dan Kolaborasi

Karena itu, BTS 4G, Palapa Ring, dan SATRIA-1 dirancang untuk saling melengkapi dalam mendukung pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi ketiga infrastruktur tersebut, BAKTI Komdigi berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari akses digital, mulai dari kemudahan memperoleh informasi, memperluas akses pendidikan, membuka peluang ekonomi, hingga mendekatkan layanan publik kepada masyarakat.

Di akhir unggahannya, BAKTI Komdigi juga mengajak masyarakat untuk berbagi pengalaman mengenai infrastruktur digital yang paling berdampak di daerah masing-masing sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan konektivitas nasional.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BAKTI KOMDIGI (@bakti.komdigi)

x|close