Gedung Putih Peringatkan Kartel Meksiko: Jangan Targetkan Warga AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Foto dokumentasi 9 Oktober 2023 ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Liu Jie Foto dokumentasi 9 Oktober 2023 ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Liu Jie (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Gedung Putih mengeluarkan peringatan tegas kepada sejumlah kartel narkoba di Meksiko agar tidak menjadikan warga Amerika Serikat (AS) sebagai target.

Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang kekerasan yang melanda berbagai wilayah Meksiko setelah tewasnya pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal luas dengan nama El Mencho.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa kartel di Meksiko memahami risiko besar jika berani melukai warga AS, karena akan berhadapan langsung dengan konsekuensi serius dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Kartel narkoba di Meksiko tahu untuk tidak menyentuh satu pun warga Amerika, atau mereka akan menghadapi konsekuensi berat di bawah presiden ini. Dan konsekuensi itu sudah mereka rasakan,” katanya dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari Euronews, Kamis, 26 Februari 2026.

Leavitt juga menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan mengenai warga Amerika yang menjadi korban dalam rangkaian kekerasan tersebut.

Baca Juga: Deretan Agenda Prabowo di Amerika Serikat

“Saat ini, kami belum mengetahui adanya laporan warga Amerika yang terluka, diculik, atau terbunuh,” ujarnya.

Gedung Putih turut memastikan bahwa operasi yang menewaskan Oseguera pada Minggu di Tapalpa, negara bagian Jalisco, dilaksanakan oleh otoritas Meksiko dengan dukungan intelijen dari Amerika Serikat.

“Operasi ini, yang berhasil dilaksanakan oleh otoritas Meksiko, tentu didukung oleh Amerika Serikat, dan tidak akan terjadi tanpa kepemimpinan Trump,” kata Leavitt.

Ia menambahkan bahwa pemerintahan Trump telah memasukkan kartel Meksiko dalam daftar organisasi teroris asing sejak Februari 2025, serta menyatakan bahwa AS telah mengambil “langkah mematikan” terhadap para tersangka pengedar narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik.

“Kami berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pemerintah Meksiko untuk berbuat lebih banyak guna mengakhiri ancaman narkoba mematikan yang masuk melalui perbatasan selatan Amerika Serikat,” ujarnya.

Dampak Tewasnya El Mencho

Kematian Kartel Narkoba Besar El Mencho Picu Kerusuhan di Meksiko <b>(Istimewa)</b> Kematian Kartel Narkoba Besar El Mencho Picu Kerusuhan di Meksiko (Istimewa)

Menurut otoritas Meksiko, empat anggota kartel, termasuk El Mencho, tewas dalam operasi tersebut. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan dua tersangka berhasil ditangkap. Dukungan intelijen dari AS disebut berperan penting dalam keberhasilan operasi tersebut.

Pasca kematian pimpinan kartel itu, aksi kekerasan menyebar di sekitar 20 negara bagian Meksiko. Aparat melaporkan 25 personel Garda Nasional tewas, sementara sedikitnya 30 orang yang diduga anggota CJNG juga dilaporkan terbunuh.

Baca Juga: Pemerintah Meksiko Umumkan Kondisi Negaranya Sudah Pulih Usai Kerusuhan Kartel

Kelompok kartel dilaporkan membangun sekitar 250 blokade di jalan raya federal, membakar kendaraan, serta menyerang stasiun pengisian bahan bakar, toko, dan bank. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Minggu malam menyatakan bahwa sebagian besar blokade telah berhasil dibersihkan.

Sejumlah negara bagian memutuskan meniadakan kegiatan sekolah pada Senin. Sementara itu, ratusan wisatawan Amerika tertahan di sejumlah kota bagian barat seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta.

United States Department of State membuka layanan telepon darurat 24 jam guna membantu warga Amerika yang terdampak kerusuhan. Sebelumnya, pemerintah AS juga menawarkan imbalan hingga 15 juta dolar bagi informasi yang dapat mengarah pada penangkapan El Mencho.

x|close