Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan media yang menyebut jenderal tertinggi militer AS menentang perang dengan Iran. Trump menilai laporan tersebut sebagai berita palsu.
Dilansir dari Al Arabiya, Rabu, 25 Februari 2926, menyebut sejumlah media Amerika Serikat dan Israel, sebelumnya melaporkan bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine telah memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan nuklir yang kembali berlangsung sejak awal Februari ini.
Menanggapi isu tersebut, Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social menegaskan bahwa laporan media tentang Caine yang menentang perang melawan Iran adalah "100 persen tidak benar".
"Banyak cerita dari media berita palsu beredar, yang menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang-kadang dipanggil Razin, menentang perang kita dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan siapa pun yang memiliki pengetahuan luas ini, dan 100 persen tidak benar," sebut Trump dalam pernyataannya.
Baca Juga: Trump Ancam Gandakan Tarif Impor, Klaim Tak Perlu Persetujuan Kongres
"Jenderal Caine, sama seperti kita semuanya, tidak ingin melihat perang, tetapi jika keputusan telah dibuat untuk melawan Iran di level militer, menurut pendapatnya, itu akan menjadi sesuatu yang akan dimenangkan dengan mudah," ucapnya.
Trump juga menyebut Caine sebagai sosok yang mengatur dan mengawasi serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu, saat Teheran terlibat perang selama 12 hari dengan Israel.
"Razin Caine merupakan seorang pejuang yang hebat, dan mewakili militer paling kuat di dunia. Dia tidak pernah berbicara tentang tidak akan melawan Iran, atau bahkan serangan terbatas palsu yang telah saya baca, dia hanya mengetahui satu hal, yaitu bagaimana untuk MENANG dan, jika diperintahkan, dia akan memimpin," ujarnya.
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif di Washington, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)
Trump selanjutnya menuding laporan media mengenai potensi perang antara AS dan Iran sebagai pemberitaan yang keliru.
"Semua yang ditulis tentang potensi perang dengan Iran telah ditulis secara tidak benar, dan memang sengaja demikian," tuduh Trump dalam pernyataannya.
Baca Juga: Isi Lengkap Kesepakatan Perdagangan RI-AS yang Diteken Langsung Prabowo-Trump
Dalam beberapa pekan terakhir, media-media besar AS melaporkan kemungkinan serangan AS terhadap Iran, termasuk detail rencana operasi militer, namun sering menyebut belum ada keputusan final dari Trump.
"Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara tersebut, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka," tegas Trump dalam pernyataannya.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)