Ntvnews.id, Washington D.C - Indonesia dan Amerika Serikat resmi membuka babak baru dalam kemitraan ekonomi setelah Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan bertajuk "agreement toward a new golden age Indo-US alliance”.
Pemerintah menegaskan perjanjian ini tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga investasi, penguatan rantai pasok, serta pembentukan forum permanen untuk meredam potensi friksi dagang antara kedua negara.
Penandatanganan dilakukan Kamis, 19 Februari 2026 pagi waktu setempat Serikat, di sela pertemuan bilateral antara kedua pemimpin. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pembahasan perjanjian berlangsung intensif.
"Pertemuan bilateral kedua negara berlangsung cukup lama, sekitar 30 menit, setelah acara Board of Peace pagi ini. Dokumen agreement beserta lampirannya juga dilanjutkan pembahasannya bersama di kantor USTR," ujarnya.
11 MoU Senilai US$38,4 Miliar setara Rp648,5 Triliun
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART).
Sehari sebelum perjanjian utama ditandatangani, pemerintah Indonesia telah meneken 11 nota kesepahaman (MoU) sebagai turunan kerja sama perdagangan resiprokal. Airlangga menyebut total nilai MoU mencapai sekitar US$38,4 miliar atau setara Rp648,5 triliun, mencakup sektor pertanian, energi, teknologi, dan industri.
Baca Juga: Indonesia Bakal Impor Minyak dari Amerika Senilai Rp253 Triliun Setiap Tahun
Sejumlah kesepakatan dalam paket MoU tersebut meliputi pengembangan mineral kritis, perpanjangan kerja sama Freeport, pembelian komoditas pertanian seperti jagung dan kapas, kerja sama bahan baku shredded worn clothes, sektor furnitur, hingga hilirisasi silika untuk produksi semikonduktor. Selain itu, terdapat kerja sama antar kawasan industri dan perdagangan dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
Pembentukan Council of Trade and Investment
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah pembentukan Council of Trade and Investment, yang akan menjadi forum tetap untuk membahas isu perdagangan dan investasi Indonesia-AS. Mekanisme ini dirancang untuk mencegah persoalan dagang berkembang menjadi konflik terbuka, termasuk jika terjadi lonjakan tarif atau gangguan neraca perdagangan.
Tujuan utama forum ini adalah membangun kemakmuran ekonomi bersama melalui penguatan rantai pasok, sembari tetap menjaga kedaulatan masing-masing negara.
Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk RI
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersalaman dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Ser (Antara)
Airlangga menyatakan Amerika Serikat menurunkan tarif impor terhadap produk Indonesia, dengan sekitar 1.819 pos tarif, baik sektor pertanian maupun industri, dikenakan tarif 0 persen. Produk yang tercakup antara lain minyak sawit, kopi, kakao, karet, komponen elektronik, semikonduktor, hingga pesawat terbang.
Baca Juga: Prabowo Teken Tarif Trump, Gedung Putih Sebut Era Keemasan Indonesia-Amerika
Ia juga menekankan perjanjian ini fokus pada perdagangan dan investasi, karena pasal-pasal non-ekonomi seperti kerja sama reaktor nuklir dan isu Laut China Selatan telah dicabut. Untuk sektor tekstil dan apparel, Indonesia memperoleh tarif nol persen melalui skema TRQ (tariff rate quota), yang dinilai strategis bagi industri padat karya dengan manfaat bagi sekitar 4 juta tenaga kerja.
Di sisi lain, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk pertanian AS, termasuk gandum dan kedelai, guna menekan biaya bahan baku impor dan menjaga stabilitas harga produk turunan di dalam negeri.
Danantara: Rencana Pembelian Pesawat dan Impor Energi
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan Indonesia akan melanjutkan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing.
Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan implementasi kesepakatan ini juga terkait mandat Danantara dan Kementerian Investasi. Salah satunya rencana pembelian pesawat buatan Amerika Serikat.
"Di antaranya pembelian 50 pesawat Boeing, yang nantinya akan dibicarakan lebih lanjut dengan Boeing. Walaupun sudah ada pembicaraan awal, kami akan lanjutkan," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Teken Tarif Trump, Gedung Putih Sebut Era Keemasan Indonesia-Amerika
Selain itu, terdapat kesepakatan impor gas dan minyak mentah dengan nilai sekitar US$15 miliar per tahun, serta peluang investasi di proyek pipeline dan sektor minyak dan gas lainnya.
Freeport Tingkatkan Investasi US$20 Miliar
Presiden Prabowo dan Presiden Donlad Trump (Istimewa)
Rosan juga menyebut telah ditandatangani MoU antara Freeport dan Pemerintah Indonesia, yang mencakup peningkatan investasi senilai US$20 miliar dalam 20 tahun ke depan. Pemerintah menilai kesepakatan ini akan memberikan dampak positif, termasuk peningkatan penerimaan pajak, dan akan segera ditindaklanjuti menjadi perjanjian definitif.
Keseluruhan paket kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kemitraan ekonomi Indonesia-AS, sekaligus membuka jalan menuju era baru hubungan strategis kedua negara.
Presiden Prabowo dan Presiden Donlad Trump (Istimewa)