Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026 menandatangani resolusi Dewan Perdamaian terkait integritas keuangan dan transparansi yang telah disepakati secara aklamasi oleh seluruh anggota dewan.
Dalam kapasitasnya sebagai ketua, Trump diminta menandatangani resolusi tersebut setelah proses pemungutan suara yang dilakukan menjelang pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, sebagaimana disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Trump juga mengumumkan komitmen Amerika Serikat untuk mengucurkan dana sebesar 10 miliar dolar AS guna mendukung upaya rekonstruksi Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.
Selain AS, sejumlah negara mitra seperti Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait secara kolektif menyumbangkan 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan kemanusiaan bagi Gaza.
Baca Juga: Prabowo Lantang di Hadapan Trump: Indonesia Gabung Board of Peace untuk Perdamaian Palestina!
Trump turut menyampaikan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (OCHA) sedang menggalang tambahan dana sebesar 2 miliar dolar AS guna memperkuat program bantuan di Gaza.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan bahwa federasi sepak bola dunia itu akan berkontribusi mengumpulkan dana sebesar 75 juta dolar AS untuk mendukung proyek-proyek sepak bola di wilayah Palestina.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di pertemuan Board of Peace di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026. (Istimewa)
Sebelumnya, pada Januari lalu, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang sekitar 50 negara untuk berpartisipasi. Pertemuan perdana dewan tersebut dihadiri lebih dari 20 negara dengan tingkat perwakilan yang beragam.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga hadir memenuhi undangan Trump dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian tersebut.
Sejumlah pemimpin negara anggota lainnya yang turut hadir antara lain berasal dari Albania, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Kazakhstan, Hongaria, Pakistan, Paraguay, Uzbekistan, Vietnam, dan Mesir.
Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace (Istimewa)