Seskab: Prabowo Tekankan Pentingnya Perjanjian Perdagangan RI–AS, Saksikan 11 MoU Senilai US$38,4 Miliar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 15:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC Prabowo Subianto acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC (sekretariat presiden)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi roundtable dalam agenda Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu, 18 Februari 2026, dalam rangka kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan media sosial resminya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat bagi dunia usaha dan investasi kedua negara.

“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia bisnis,” ucap Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Ia menilai kinerja ekonomi nasional menunjukkan tren positif dengan realisasi investasi asing yang tercatat mencapai 53 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun lalu. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut stabil dan terus membaik, serta diyakini akan terus tumbuh pada tahun ini.

Baca Juga: Di Hadapan Pengusaha AS, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang

Presiden Prabowo turut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta memberantas praktik ilegal yang merugikan negara. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat iklim investasi Indonesia di mata investor global.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung dalam sesi roundtable Business Summit yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC).

Forum Business Summit ini menjadi ajang pertemuan strategis antara pelaku usaha dan pemerintah kedua negara untuk membahas peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas. Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam kemitraan ekonomi dengan Amerika Serikat serta membuka peluang investasi di berbagai sektor strategis.

x|close