Gala Iftar di Amerika: Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang RI–AS Menjadi Tonggak Kemitraan Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Feb 2026, 11:59
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto dalam acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC Prabowo Subianto dalam acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam sambutannya pada Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu, 18 Februari 2026 Waktu Setempat. Kepala Negara menegaskan bahwa kunjungannya kali ini membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.

“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat. Presiden menekankan bahwa berbagai kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antara institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut atas isu keseimbangan perdagangan.

Baca Juga: Prabowo Sebut Efisiensi Anggaran Lebih Dulu dari AS, Hemat 18 Miliar Dolar dalam Tiga Bulan

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak melupakan peran historis Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949. Presiden menyebut dukungan tersebut sebagai fondasi moral dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Indonesia akan selalu mengingat peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam sejarah kami. Amerika Serikat berperan penting dalam mendukung perjuangan kemerdekaan kami,” kata Presiden.

Meski Indonesia memiliki tradisi politik luar negeri non-blok, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia terhadap persahabatan dengan Amerika Serikat maupun negara-negara besar lainnya. Menurutnya, Indonesia menghormati semua kekuatan besar dan berupaya menjadi jembatan serta honest broker di tengah dinamika global.

Prabowo Subianto acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC <b>(sekretariat presiden)</b> Prabowo Subianto acara Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC (sekretariat presiden)

“Kami selalu ingin melihat kehadiran Amerika yang kuat di Indonesia. Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat bahwa Indonesia adalah sahabat sejati, meskipun mungkin secara politik kita memiliki tradisi non-blok” tegas Presiden.

Presiden Prabowo juga menilai dunia saat ini membutuhkan kolaborasi dan kerja sama yang lebih erat di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Presiden turut menyambut baik upaya kepemimpinan Amerika Serikat dalam menciptakan iklim perdamaian global.

“Saya melihat ada kemauan besar dari para pemimpin Amerika Serikat saat ini untuk menciptakan iklim perdamaian. Mungkin ini tidak memuaskan semua pihak, tetapi setidaknya kita harus mencoba,” ujar Presiden.

Baca Juga: Di Hadapan Pengusaha AS, Prabowo Tegas Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat

Presiden Prabowo pun menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga perlindungan lingkungan.

“Kami menginginkan hubungan terbaik dengan Amerika Serikat di semua bidang,” pungkasnya.

Momentum Gala Iftar tersebut menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat tidak hanya bertumpu pada kepentingan ekonomi, melainkan juga pada fondasi sejarah, nilai bersama, dan visi masa depan yang saling menguatkan.

x|close